| Penulis/Author |
Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. (2); Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si. (3); Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D. (4) |
| Abstrak/Abstract |
Pulau Lombok sebagai salah satu zona peralihan di Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah serta peran
penting dalam kelestarian lingkungan, baik dari segi flora dan fauna. Adanya aktivitas penggundulan hutan,
pertambangan, pariwisata, pembangunan, dan aktivitas manusia lainnya memberikan ancaman terhadap
keberagaman dan kemelimpahan ekosistem. Capung sendiri merupakan serangga yang memiliki sensitivitas yang
tinggi terhadap perubahan lingkungan dan dapat ditemui diberbagai tempat, seperti misalnya Pulau Lombok.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tingkat keanekaragaman capung di Pulau Lombok, pola sebaran,
kemelimpahan, dan perannya untuk menentukan kondisi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode transek garis di sepanjang jalur pengamatan dan metode visual day flying. Hasil analisis faktor fisikkimia sungai menunjukkan bahwa sungai di Pulau Lombok memenuhi standar baku mutu air. Penelitian ini berhasil
mendapatkan indeks keanekaragaman capung di Pulau Lombok, yaitu 2,67 termasuk ke dalam kategori sedang. Pola
sebaran capung 1,03 termasuk kategori mengelompok. Kelimpahan tertinggi capung di Pulau Lombok dimiliki oleh
capung Euphaea lara lombockensis dengan persentase 16,79% kategori dominan, sedangkan kelimpahan terendahnya
dimiliki oleh capung Tramea eurybia, Tholymis tillarga, dan Orthetrum testaceum soembanum dengan persentase
0,25% kategori tidak dominan. Penelitian ini membuktikan bahwa kondisi sungai di Pulau Lombok masih mendukung
keberlangsungan hidup organisme air dibuktikan dengan ditemukannya capung pada lingkungan perairan. Namun,
perbedaan kondisi lingkungan memiliki pengaruh terhadap keanekaragaman, pola sebaran, dan kemelimpahan
capung |