Abstrak/Abstract |
Angka kejadian COVID-19 yang dilaporkan, mulai dari tingkat daerah sampai ke tingkat nasional, selama ini digunakan sebagai salah satu pertimbangan pemerintah dalam menetapkan kebijakan terkait pencegahan dan pengendalian COVID-19. Namun, angka kejadian COVID-19 saja sebenarnya tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa pandemi COVID-19 di Indonesia. Paparan COVID-19 secara nasional belum benar-benar diketahui karena ada banyak kasus COVID-19, baik itu simptomatik maupun asimptomatik, yang tidak dilaporkan atau diuji di laboratorium. Dengan melakukan survei serologi berbasis populasi, kita bisa mendapatkan gambaran paparan COVID-19 di tingkat populasi yang akan bermanfaat bagi otoritas kesehatan untuk membuat kebijakan.
Studi ini dilaksanakan di empat provinsi di Indonesia yang memiliki angka kejadian COVID-19 yang tinggi. Tiga provinsi berada di pulau Jawa, yaitu provinsi Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Satu provinsi lainnya adalah Sulawesi Selatan, yang menjadi titik transportasi penting yang menghubungkan Indonesia bagian barat dengan bagian timur. Analisis antibodi terhadap SARS-CoV-2 dilakukan pada spesimen darah tepi di kertas saring khusus. Wawancara dilakukan kepada seluruh partisipan penelitian guna menggali lebih jauh faktor-faktor terkait, seperti misalnya: faktor sosiodemografi, faktor risiko, pengetahuan, perilaku, serta praktik terkait dengan COVID-19 dan penerimaan vaksinasi. |