| Abstrak/Abstract |
Epitelium gingiva berperan melindungi jaringan gingiva dari trauma mekanis, kimiawi
dan termal serta invasi mikroba. Re-epitelisasi merupakan fase penting dalam penyembuhan luka
soket pasca pencabutan gigi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kandungan tanin,
saponin, flavanoid, vitamin C, dan mineral (kalium, magnesium, kalsium) dalam getah pisang
raja (Musa sapientum L) berperan dalam proses re-epitelisasi luka kulit. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui efektivitas gel getah pisang raja terhadap re-epitelisasi luka soket pasca
pencabutan gigi marmut (Cavia cobaya).
Subyek penelitian berupa 54 ekor marmut dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok
kontrol negatif, kontrol positif dan perlakuan gel getah pisang. Masing-masing kelompok terdiri
atas 18 ekor marmut. Gigi incisivus sentral kiri rahang bawah semua subyek dicabut kemudian
iod gliserin (kelompok kontrol positif), CMC-Na 1% (kelompok kontrol negatif) dan gel getah
pisang raja (kelompok perlakuan) diaplikasikan pada soket gigi selama 10 menit. Marmut
dikorbankan pada 1,3,5,7,14,24 hari pasca pencabutan kemudian diambil rahang bawahnya
untuk diproses menjadi preparat histologis. Pengecatan dilakukan dengan hematoksilin eosin.
Ketebalan epitel diukur dengan optilab (µm).
Hasil Anava menunjukkan adanya perbedaan ketebalan epitel yang bermakna antar
kelompok (p<0,05). Uji Least Significant of Difference menunjukkan perbedaan yang bermakna
(p<0,05) pada 3,5,7,14,24 hari pasca pencabutan antara kelompok gel getah pisang raja
dibandingkan kontrol negatif dan pada 7 dan 24 hari pasca pencabutan antara kelompok gel
getah pisang raja dibandingkan kontrol positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gel
getah pisang raja mampu menginduksi re-epitelisasi luka soket pasca pencabutan gigi. Pengaruh
pemberian gel getah pisang raja setara dengan iod gliserin. |