Abstrak/Abstract |
Biofilm yang berkaitan dengan infeksi manusia menjadi salah satu masalah dalam penanganan infeksi. Keragaman mikroba dalam biofilm polimikroba menyebabkan terjadinya infeksi kronis yang sulit diobati dibandingkan dengan biofilm monomikroba. Penemuan agen anti-biofilm yang aktif terhadap planktonik dan biofilm polimikroba merupakan konsekuensi yang diperlukan untuk mengatasi infeksi terkait dengan biofilm. Senyawa bahan alam eugenol, kuersetin, zerumbon, C-10 massoialakton memiliki aktifitas terhadap mono-spesies biofilm (Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa dan Candida albicans) namun penelitian terhadap aktivitas eradikasi biofilm polimikroba belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas eradikasi senyawa bahan alam eugenol, kuersetin, zerumbon, C-10 massoialakton terhadap kultur polimikroba biofilm, serta menelusuri lebih jauh mekanisme kerja senyawa bahan alam dalam men – eradikasi polimikroba biofilm dengan menggunakan scanning electron microscopy (SEM) dan Confocal laser scanning microscopy (CLSM). Biofilm assay secara in vitro dilakukan pada microtiter plate dan kateter untuk mengetahui nilai % penghambatan MBIC50 (Minimal Biofilm Inhibition Concentration) dan MBEC50 (Minimal Biofilm eliminating Concentration) senyawa uji.Analisa scanning electron microscopy(SEM) dan Confocal laser scanning microscopy (CLSM) dilakukan untuk mengetahui mekanisme aksi senyawa uji dalam men-eradikasi biofilm polimikroba. |