Abstrak/Abstract |
Penyakit infeksi menjadi salah satu masalah kesehatan utama di negara-negara tropis karena morbiditas dan mortalitasnya yang terus meningkat. Beberapa faktor tingginya tingkat infeksi adalah meningkatnya populasi yang berisiko terkena infeksi dan munculnya mikroorganisme multiresisten yang terus meluas. Disisi lain penyebaran infeksi ini tidak diikuti dengan penemuan antibiotik baru sehingga ketersediaan antibiotik diklinik semakin terbatas. Kebutuhan antibiotik baru dengan demikian sangat dibutuhkan. Mikroorganisme yang telah lama dikenal sebagai antibiotik baru yang potensial. Mikroorganisme sedimen laut
banyak dieksplorasi untuk menemukan molekul antibiotik baru saat ini. Actinomycetes merupakan mikroorganisme yang tersebar luas di alam. Sebanyak 70% antibiotik yang telah diketahui berasal dari Actinomycetes. Pusat Penelitian Bioteknologi, LIPI telah mengisolasi mikroorganisme tersebut dari berbagai daerah di Indonesia dan melakukan skrining awal sebagai antibakteri, antituberkulosis dan antimalaria. Namun penelitian lebih lanjut untuk
mengisolasi molekul aktif antiinfeksi dari mikroorganisme ini belum banyak dilakukan. Penelitian yang diusulkan ini merupakan bagian dari penelitian kerjasama antara Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta dan Pusat Penelitian Bioteknologi, LIPI, Cibinong mengeksplorasi antiinfeksi baru dari isolat Actinomycetes dari sedimen Laut.
Dalam penelitian ini difokuskan untuk mengisolasi antibiotik baru yang aktif terhadap bakteri Gram negatif dan bakteri Gram positif. Pada penelitian tahap ini akan melakukan isolasi dan pemurnian senyawa aktif dalam fraksi aktif yang terpilih berdasarkan hasil uji bioautografi. Isolat aktif yang telah diketahui
aktivitas antibakteri dan toksisitasnya secara in vitro akan ditentukan struktur kimianya berdasarkan hasil analisis spektroskopi ultraviolet (UV), infra merah (IR), resonansi magnetik nuklir (NMR) dan kromatografi gas spektrometri massa (GC-MS). Diharapkan penelitian ini akan memperoleh antibiotik baru yang sudah diketahui toksisitas in vitro nya dan struktur molekulnya untuk dikembangkan lebih lanjut. |