| Abstrak/Abstract |
Obyek budaya lokal bisa dikembangkan sebagai pendukung pariwisata di kawasan Borobudur. Hal ini nantinya sekaligus dapat memberikan dampak pada perekonomian dan kesejahteraan warga. Di sisi lain, tradisi budaya lokal dapat juga mengalami distorsi akibat dijadikan sebagai komoditas. Tradisi-tradisi budaya lokal, termasuk Jawa mengalami perubahan yang berkecenderungan hilang dan berganti dengan modernisasi budaya lokal. Studi kasus di sebuah Desa Wisata sekitar obyek wisata Candi Borobudur, yaitu Desa Tuksongo dapat dijadikan model bagaimana menanggulangi terkikisnya tradisi budaya Jawa dalam Masyarakat sebagai dampak kehadiran industri pariwisata. Salah satu cara yang bagus dilakukan adalah dengan metode penggerakan partisipasi Masyarakat dalam industry desa wisata, tanpa abai terhadap pelestarian warisan tradisi budaya Jawa. Gerakan ini diciptakan, dilakukan, dan digerakkan secara bersama-sama oleh Masyarakat.
|