| Abstrak/Abstract |
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik dan peran pemimpin lokal dalam kegiatan perlindungan perokok pasif di Kota Yogyakarta
Metode : Penelitian merupakan penelitian mixed method yang dilakukan dengan survei dan dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif. Subjek penelitian ini adalah warga masyarakat (bukan kader kesehatan atau tokoh masyarakat) Kota Yogyakarta yang memperoleh program perlindungan perokok pasif. Responden berjumlah 171 orang yang berasal dari 15 RW yang mendapat program RW bebas asap rokok. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diwawancarakan, panduan wawancara dan panduan diskusi kelompok terarah.
Hasil dan Pembahasan : Program RW bebas asap rokok di Kota Yogyakarta dilakukan dengan pendekatan provider oriented dan community oriented, dan hanya 4 RW yang mendapat program dengan pendekatan community oriented. Sebagian besar masyarakat yang menjadi sasaran program telah berpartisipasi dalam program RW bebas asap rokok. Bentuk partisipasi tersebut meliputi menghadiri penyuluhan / sosialisasi program (28,7%), ikut mematuhi kesepakatan (21,1%), Mengingatkan pasangan agar mematuhi kesepakatan (11,7%), menghadiri acara deklarasi (9,9%), mengingatkan warga untuk mematuhi kesepakatan (7%), lainnya (4,7%), dan menjadi panitia deklarasi (0,6%). Uji bivariat yang dilakukan membuktikan bahwa jenis kelamin dan peran tokoh lokal berhubungan dengan partisipasi masyarakat (p<0,005), namun setelah dilakukan uji multivariat hanya peran tokoh lokal yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam program RW bebas asap rokok (P=0,0029, OR=3,2)
Rekomendasi: Program pemberdayaan masyarakat perlu melibatkan tokoh lokal yang ada dimasyarakat sasaran sehingga partisipasi masyarakat lebih baik.
Kata kunci : pemimpin lokal – sosiodemografi - perlindungan perokok pasif |