Karya
Judul/Title Peningkatan Keterampilan Penanggulangan GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) dan Stunting di Lereng Gunung Merapi
Penulis/Author Dr. Dra. Pramudji Hastuti, Apt., M.S. (1) ; Dr. Dra. Prasetyastuti, Apt., M.Kes. (2); dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D. (3); Dr. Drs. Ngadikun, M.Biomed. (4); Prof. Dr. Dra. Sunarti, M.Kes. (5); dr. Arta Farmawati, Ph.D. (6); Abrory Agus Cahya Pramana, S.Si., M.Sc. (7); Dianandha Septiana Rubi, S.Gz., M.Sc. (8)
Tanggal/Date 2019
Kata Kunci/Keyword
Abstrak/Abstract GAKY atau Gangguan Akibat Kekurangan Yodium merupakan silent pandemic yang dapat menjadi masalah kesehatan serius jika tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Surveillance terhadap masalah GAKY perlu dilakukan secara menyuluh untuk diperoleh prevalensi penderita GAKY yang lebih akurat. Dampak terjadinya GAKY yang dapat dilihat adalah timbulnya penyakit gondok, serta pada balita yang baru lahir dari ibu yang mengalami GAKY adalah stunting. Namun, secara tidak kasat masat munculnya retardasi mental, penurunan perkembangan otak pada anak menjadi akibat dari GAKY, yang tentu saja masalah ini dapat menurunkan kualitas pembangunan sumber daya manusia. Indonesia memiliki sejarah panjang terhadap pengentasan masalah GAKY, bahkan pada tujuan MDGs pengentasan masalah gizi buruk menjadi prioritas. Meskipun angka gizi buruk terutama masalah GAKY menurun sebesar 18.5%, namun prevalensi akibat terjadinya GAKY, pada masalah stunting masih mencapai angka 36.8%, yang menjelaskan kondisi GAKY di beberapa wilayah Indonesia masih terjadi. Lokasi geografis berupa pegunungan menyebabkan adanya kecenderungan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut mengalami GAKY. Hal ini terlihat pada kasus GAKY dan stunting yang dialami di daerah Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta. Sebanyak 14% anak-anak di daerah tersebut mengalami kasus hipotiroid berat akibat kekuranga yodium. Oleh karena tersebut, Peningkatan Keterampilan Penanggulangan GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) dan Stunting di Lereng Gunung Merapi perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menurunkan angka GAKY, sekaligus melakukan pembaharuan pendaatan angka kejadian GAKY dan stunting di lereng Gunung Merapi. Adanya pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk membentuk kader kesehatan MasDarYo (Masyarakat Sadar Yodium) yang diharapkan dapat membantu untuk menurunkan angka kasus terjadinya GAKY dan stunting di daerah mitra. Selain itu, adanya pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk membentuk sustainable education kepada masyarakat melalui pengaryaan perangkat daerah mitra, ibu-ibu PKK, puskesmas, dokter, dan bidan di daerah mitra guna menyokong program pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang termaktub dalam program Nawa Cita pemerintah. Harapan ke depannya dari pengabdian masyarakat yang dilakukan ini adalah terbaharuinya data prevalensi GAKY dan stunting di lereng Gunung Merapi, khususnya di daerah mitra, sehingga diperoleh data yang valid. Kemudian, program yang dilakukan di daerah mitra dapat memberikan dampak positif dan memberikan role model terhadap daerah pandemik GAKY dengan munculnya kader MasDarYo-MasDarYo lainnya, sehingga tujuan Sustainable Development Goals 2030 dapat terwujud, dan peningkatan kualitas pengembangan sumber daya manusia Indonesia dapat terwujud.
Level Nasional
Status
Dokumen Karya
No Judul Tipe Dokumen Aksi
1Pengabdian GAKY_rotated.pdfSertifikat
2Sertifikat Pengmas GAKY Lereng Merapi.pdfSertifikat
3Abdimas GAKY 2019_Artajpeg.pdfSertifikat