Karya
Judul/Title Penguatan Program Health Promoting School Be Active, Be Healthy di Wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta
Penulis/Author Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM. (1) ; Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. (2); Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes. (3); dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. (4); Dr. dr. Prima Dhewi Ratrikaningtyas, M.Biotech. (5); Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gizi., RD (6); Nisa Nur Hasanah, S.Kep., Ns., M.Kep (7)
Tanggal/Date 10 2024
Kata Kunci/Keyword
Abstrak/Abstract Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 dan 2018 serta Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki berbagai masalah yang terkait dengan penyakit tidak menular (PTM). Prevalensi penyakit jantung dan pembuluh darah serta kanker DIY merupakan yang tertinggi diantara semua provinsi di Indonesia. Sementara diabetes mellitus berada pada ranking 3. Selain itu, masalah kesehatan mental juga angkanya terus meningkat. Apabila tidak dilakukan intervensi yang adekuat, maka PTM tersebut akan menguras sebagian besar alokasi dana kesehatan yang tersedia. Saat ini, penyakit jantung dan kanker merupakan penyakit yang menyedot dana terbesar dari BPJS Sleman pada tahun 2023 dan 2024, yang angkanya mencapai Rp 857.164.452.420,00 (BPJS Sleman, 2024). Pada prinsipnya, pencegahan lebih efektif dan lebih hemat untuk mengendalikan beban penyakit dan juga menghemat anggaran. World Health Organization telah mengembangkan panduan untuk school health promotion dan mendorong setiap sekolah untuk menerapkan program aktivitas fisik yang adekuat sebagai sarana pencegahan berbagai PTM. usia sekolah merupakan usia yang sangat ideal untuk menanamkan perilaku hidup sehat. Oleh karenanya, kegiatan penguatan health promoting school melalui be active be healthy dilakukan di SD dan SMP di Wilayah Sleman. Pada tahun 2021 telah dilakukan assessment di DIY tentang peluang dan potensi pengembangan program pencegahan faktor risiko PTM di DIY oleh tim dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Assessment tersebut membuktikan bahwa program intervensi pencegahan faktor risiko PTM yang adekuat sangat diperlukan di DIY dan dapat dilakukan melalui institusi pendidikan. Selanjutnya, pada tahun 2022 telah dilakukan inisiasi Be Active Be Healthy pada satu SD dan satu SMP sebagai kelanjutan dari assessment yang dilakukan pada tahun 2021 tersebut. Kegiatan be active be healthy ini tidak hanya terbatas pada intervensi tentang pola aktivitas fisik, namun juga membahas tentang pola makan hingga membahas tentang kesehatan mental. Hasil inisiasi yang menggembirakan mendorong tim dari FK-KMK UGM untuk memperluas jejaring yang dapat mendorong penguatan program intervensi pencegahan faktor risiko PTM di Kabupaten Sleman yang dilakukan pada tahun 2024. Gayung bersambut, pihak sekolah menyatakan bahwa inisiasi be active be healthy tersebut merupakan program yang sangat diharapkan dan memberikan manfaat positif bagi generasi yang digadang-gadang menjadi generasi emas. Sayangnya, pihak sekolah memiliki berbagai keterbatasan untuk dapat mengimplementasikan program be active be healthy tersebut. Perlu adanya capacity building dan juga dukungan kebijakan dan dukungan sistem untuk implementasi be active be healthy sebagai pembudayaan hidup sehat agar dapat mencegah PTM pada generasi emas masyarakat DIY.
Level Nasional
Status
Dokumen Karya
No Judul Tipe Dokumen Aksi
1Pengumuman-Hibah-Abdimas-2024-Terintegrasi-Kluster-dan-Sociopreneur_signed.pdfDokumen Pendukung Karya Ilmiah (Hibah, Publikasi, Penelitian, Pengabdian)
2Surat Keterangan_Tim dr_Denny Agustiningsih.pdfSurat Tugas / SK