| Abstrak/Abstract |
Indonesia merupakan negara agraris. Pada tahun 2021, dari keseluruhan penduduk Indonesia berumur 15 tahun yang bekerja, sebanyak 28,3?kerja di bidang agrikultur [1]. Berdasarkan hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional [2], Indonesia memiliki lahan pertanian seluas 7,1 juta hektar pada tahun 2018, dengan entitas yang dibudidayakan berupa padi, tebu, palawija, sayur-sayuran, buah-buahan dan sebagainya. Kondisi cuaca pada lahan pertanian seperti suhu dan intensitas sinar matahari memiliki pengaruh yang signifikan dalam pertumbuhan tanaman [3]. Maka dari itu, analisis pengaruh kondisi cuaca dengan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman.Perkembangan teknologi yang semakin maju menawarkan solusi yang semakin baik untuk setiap permasalahan yang ada. Pemantauan kondisi cuaca secara manual dapat digantikan dengan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan dilakukan secara otomatis dan terjadwal. Pengambilan data kondisi lingkungan menggunakan sensor dapat menghasilkan parameter-parameter yang lebih terukur dibandingkan pemantauan yang dilakukan secara manual. Penerapan IoT juga memungkinkan data yang diambil dapat dengan mudah dipantau dan divisualisasikan. |