Abstrak/Abstract |
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 melaporkan bahwa prevalensi diabetes mellitus di Indonesia berdasarkan hasil pemeriksaan menunjukkan peningkatan dari 6,9% menjadi 8,5% dibandingkan tahun 2013. Luka kronis merupakan salah satu masalah kesehatan terkait diabetes yang memiliki prevalensi buruk serta membutuhkan biaya perawatan yang tinggi. Penghambatan penyembuhan luka antara lain disebabkan ketidakseimbangan mikrobiota kulit dan inflamasi yang persisten.
Daun Sendok (Plantago major L.) telah digunakan secara empiris untuk mempercepat penyembuhan luka. Dalam beberapa penelitian terpisah, ekstrak Daun Sendok telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, penyembuhan luka dan antibiofilm, dan bahkan telah dibuktikan mampu mempercepat penyembuhan luka pada model tikus diabetes. Kandungan senyawa bioaktif adalah golongan flavonoid, fenolik dan glikosida iridoid. Sebagai bagian dari upaya menghasilkan obat herbal terstandar berkualitas untuk penanganan luka diabetes, dirasa perlu dilakukan optimasi produksi ekstrak terstandar hingga diperoleh sediaan topical untuk luka diabetes dalam bentuk nanohidrogel. Pada luka diabetes, sebagaimana luka kronis lainnya, terjadi hambatan vaskularisasi sehingga terapi berupa sediaan topikal diharapkan lebih efektif mengatasi luka. Bentuk nano partikel ekstrak diharapkan dapat menembus lapisan biofilm polimikroba pada luka dengan lebih baik. Sediaan hidrogel dipilih karena terdiri dari polimer tidak larut dengan kadar air sekitar 96%. Hidrogel ini dapat menyumbangkan air ke lokasi luka dan dengan demikian membantu menjaga lingkungan yang lembab, yang membantu penyembuhan luka lebih cepat.
Proposal yang diajukan meliputi aktivitas penelitian tahun jamak selama 3 (tiga) tahun. Tahun pertama ditujukan untuk optimasi produksi ekstrak Daun Sendok dengan parameter komposisi solven dan metode ekstraksi, dilanjutkan dengan standarisasinya. Validasi metode analisis penanda dilakukan sebagai bagian dari standarisasi spesifik. Paramater optimasi ekstraksi meliputi profil kandungan kimia ekstrak yang dihasilkan yang dikorelasikan dengan aktivitas penghambatan polimikroba biofilm dan aktivitas antiinflamasi secara in vitro pada sel RAW 264.7. Analisis statistik multivariate dengan kombinasi Principal Component Analysis (PCA) dan cluster analysis (CA) digunakan untuk memprediksi metode ekstraksi yang menghasilkan ekstrak dengan aktivitas farmakologi terbaik. Karakterisasi ekstrak terpilih dilakukan terhadap parameter spesifik dan non spesifik sebagai bagian dari standarisasi ekstrak.
Aktivitas penelitian di tahun kedua difokuskan untuk mengkaji efek ekstrak terpilih terhadap penyembuhan luka yang dilakukan secara in vitro menggunakan sel primer endothelial fetal dari vena umbilical manusia (HUVEC). Pengujian secara in vivo dilakukan menggunakan model tikus luka diabetes yang dilanjutkan dengan penelusuran mekanisme aksi penyembuhan luka melalui pemeriksaan biomarker yang relevan. Sediaan hydrogel yang didominasi air membutuhkan preformulasi ekstrak untuk meningkatkan kelarutannya. Optimasi pada tahap preformulasi dan formulasi sediaan nanohidrogel ekstrak terstandar Daun Sendok akan dilakukan di tahun ketiga. Sediaan nanohidrogel dengan formula terpilih dilakukan pengujian secara praklinik untuk menghasilkan prototype obat herbal terstandar luka diabetes berbahan dasar ekstrak Daun Sendok.
Secara keseluruhan luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah metode ekstraksi yang optimum, karakterisasi ekstrak terstandar Daun Sendok, prototype sediaan nanohidrogel yang efektif dan aman, serta publikasi di jurnal internasional bereputasi dan seminar internasional.
Kata kunci: Ekstrak Daun Sendok, Plantago major L., Luka Diabetes |