Karya
Judul/Title Pengembangan Photovoice sebagai Strategi Peningkatan Literasi Kesehatan Santri di Pondok Pesantren Assalafiyyah, Mlangi Yogyakarta
Penulis/Author
Tanggal/Date 2024
Abstrak/Abstract Latar belakang: Terjadinya triple burden of disease di tingkat global dan Indonesia dapat menjadi salah satu hambatan dalam mencapai sustainable development goals (SDGs). Di sisi lain, literasi kesehatan menjadi salah satu variabel kunci yang turut menentukan pencapain SDGs. Literasi kesehatan yang tinggi akan mendorong terbentuknya perilaku sehat individu dan masyarakat, oleh karenanya upaya meningkatkan literasi kesehatan perlu dilakukan sejak dini. Beberapa penelitian melakukan intervensi untuk meningkatkan literasi kesehatan pada sekolah ataupun perguruan tinggi. Sementara itu, kelompok pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan di Indonesia masih belum banyak terjangkau. Terdapat lebih dari 30 ribu pesantren dengan total 4,7 juta santri yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Upaya meningkatkan literasi kesehatan perlu dilakukan secara kreatif dan sesuai dengan karakteristik sasaran. Photovoice merupakan salah satu strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan santri melalui pengembangan photovoice di Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan action research yang akan dilakukan di Pondok Pesantren Assalafiyyah, Mlangi Yogyakarta, yang datanya dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi. Populasi penelitian adalah segenap sivitas pondok pesantren, baik santri, pengasuh pondok pesantren serta alumni santri yang melakukan magang di tempat tersebut. Pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan prinsip kesesuaian dan kecukupan. Intervensi untuk meningkatkan literasi kesehatan akan dikembangkan dan dievaluasi. Intervensi peningkatan literasi kesehatan akan dilakukan kepada santri SMP kelas 8, sedangkan agen perubahan yang akan melakukan intervensi adalah alumsi santri (mahasiswa) yang melakukan pengabdian di pesantren tersebut. Analisis data dilakukan dengan content analysis. Selanjutnya, trustworthiness akan dilakukan dengan triangulasi, dan peer debriefing.
Rumpun Ilmu Kesehatan Masyarakat
Bahasa Asli/Original Language Bahasa Indonesia
Level Nasional
Status
Dokumen Karya
No Judul Tipe Dokumen Aksi
11485_Dr_ Supriyati_Kontrak Damas 2024_Dosen Mhs S2.pdfKontrak