| Abstrak/Abstract |
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan permasalahan kesehatan global karena menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Di Indonesia, sebanyak 73% kematian terjadi disebabkan oleh PTM seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes dan berbagai PTM lainnya (WHO, 2018). Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi PTM tertinggi di Indonesia. Penyebab utama terjadinya PTM salah satunya disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat. Riskesdas (2013) menunjukkan bahwa pola makan masyarakat DIY memiliki perilaku konsumsi buah dan sayur terendah dibanding provinsi lainnya yaitu sebesar 84,9%, serta memiliki perilaku konsumsi makanan berisiko seperti konsumsi makanan manis dan konsumsi makanan berlemak tertinggi ke 2 di Indonesia yakni sebesar 69,2?n 50,7%. Selain itu, saat ini penyakit PTM terutama obesitas dan diabetes melitus prevalensinya terus meningkat pada anak-anak. Anak yang memiliki obesitas cenderung untuk tetap mengalami obesitas ketika dewasa dan memiliki risiko untuk terkena berbagai macam PTM. Upaya pencegahan PTM sejak dini perlu dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan untuk mengatur pola makan pada anak. Pola makan pada anak akan berpengaruh terhadap pola makan dan kondisi kesehatan seseorang di masa depan. Orangtua terutama ibu memiliki peran penting dalam mengatur dan membentuk pola makan pada anak. Agar upaya pencegahan PTM melalui pendidikan kesehatan dapat diterima oleh sasaran, perlu adanya media dan metode yang tepat. Penggunaan teknologi dalam mengembangkan media untuk pencegahan PTM dan didukung dengan metode pengaturan pola makan dengan label food traffic light dapat menunjang keberhasilan penerimaan dan penerapan oleh sasaran.
Tujuan: Mengembangkan media promosi kesehatan dalam bentuk video dan aplikasi mobile health mengenai pola makan sehat sejak dini sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular di Kota Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan participatory action research (PAR), dengan tahapan plan, act and observe, serta reflect untuk menggali informasi dari kelompok sasaran dan para ahli dalam mengembangkan media promodi kesehatan. Selanjutnya, akan dilakukan evaluasi untuk menilai penerimaan sasaran terhadap media yang dikembangkan. Penelitian akan dilakukan di Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak usia sekolah. Analisis akan dilakukan secara deskriptif. Trustworthiness dilakukan dengan trianggulasi sumber, peer debrifieng dan memberchecking. |