Karya
Judul/Title PENGEMBANGAN BUDIDAYA UDANG VANAME BERBASIS KAWASAN YANG RAMAH LINGKUNAGN DAN BERKELANJUTAN DI PANTAI SELATAN KABUPATEN PURWOREJO, JATENG
Penulis/Author
Tanggal/Date 18 2023
Abstrak/Abstract Udang vaname adalah sala satu komoditas perikanan yang menjadi primadona ekspor utama Indonesia karena sangat diminati konsumen dunia, serta memiliki keunggulan kompetitif (mutu) dan komparatif (kuota ekspor). Udang Vaname menduduki posisi nomor 1 komoditi perikanan dengan nilai ekspor terbesar, disusul dengan tuna-cakalang-tongkol (TCT), dan menduduki posisi nomor 2 dengan volume ekspor terbesar setelah TCT. Di Pasar dunia, Udang vaname ekspor Indonesia menduduki posisi Nomor 3 Dunia setelah India dan Ekuador. Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menetapkan regulasi strategis tentang Pedoman Umum Budidaya Udang di tambak (Kepmen KP No. 28 tahun 2004) serta berbasis Kawasan yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP, 2023) mengkaji kinerja sistem budidaya udang vaname teknologi super intensif secara terintegrasi dan ramah lingkungan, dengan cara mengelola limbah dengan baik, seperti di Instalasi Tambak Percobaan Takalar, Sulawesi Selatan. Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP menyatakan bahwa untuk manajemen limbah budidaya, BRSDM telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai perwujudan amanah Permen KP No. 75 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Pembesaran Udang Windu dan Vaname. Sasaran pengembangan bisnis tambak udang berbasis kawasan/klaster ataupun kawasan sebagai Upaya untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha budidaya tambak serta manajemen kawasan berbasis ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta manajemen pembinaan kelompok serta penguatan permodalan KKP mendapatkan dukungan untuk pembangunan sektor perikanan budidaya di tahun 2024 guna meningkatkan nilai ekspor udang sebesar 250% (Ditjen Perikanan Budidaya, KKP. 2023). KKP akan bersinergi dengan jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten, serta stakeholder lainnya (kalangan asosiasi, para akademisi, praktisi dan pebisnis udang), yang berbasis Kawasan dan atau klister. Target dari pertumbuhan tambak udang yaitu 2,5 kali lipat setiap tahunnya, sehingga pada tahun 2024 produksi udang dapat mencapai 1,2 juta ton, dengan nilai produksi dari Rp. 30 triliun menjadi sekitar Rp. 90 triliun. Bidang-bidang kajian penelitian budidaya udang vaname yang ramah lingkungan dan berkelanjutan berbasis kawasana yang akan dikembangkan secara kemitraan adalah: (1). Kajian daya dukung lingkungan tambak budidaya udang dengan teknologi budidaya skala intensif dan super intensif, guna mendapatkan data kapasitas produksi yang optimal. (2). Pengembangan model penanganan rantai dingin (sistem peng-es-an) yang efektif dalam penanganan udang segara selama panen dan transportasi, guna mendapatkan data kapasitas pendinginan terhadap umur simpan udangs egar. (3). Aplikasi/pemanfaatan air limbah budidaya udang vaname sebagai pupuk organik cair potensial pada kawasan budidaya tanaman hortikultura (sayur dan buah), guna memberikan informasi tentang produktivitas tanaman sayur dan buah serta analisis kelayakan usaha budidaya udang sistem akuafonik (budidaya udang dan budidaya sayuran serta buah) secara intensif, sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap biaya pupuk dan air/pengairan/irigasi tanaman. (4). Analisis kelayakan dan dampak sosial-ekonomi usaha budidaya udang vaname skala intensif dan super intensif dengan sistem akuafonik dalam mendukung perekonomi masyarakat.
Rumpun Ilmu Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
Bahasa Asli/Original Language Bahasa Indonesia
Level Nasional
Status
Dokumen Karya
No Judul Tipe Dokumen Aksi
1FULL PROPOSAL INTERDISPLINER - UDANG VANAME KAB_ PURWOREJO (net).pdfFull Dokumen
2PRA PROPOSAL INTERDISPLINER BATCH 2 TA_ 2023 (net).pdfDokumen Pendukung Karya Ilmiah (Hibah, Publikasi, Penelitian, Pengabdian)
3Surat Kesediaan kerjasama Mitra (CV Sentindo Athaya Utama)_net.pdfSurat tugas