Abstrak/Abstract |
Standarisasi merupakan bagian penting dalam proses produksi ekstrak, yaitu sebagai bagian dari proses jaminan kualitas produk sehingga produk yang dihasilkan berkualitas dan ajeg. Untuk menjamin produk herbal yang berkhasiat, selain menjamin kualitas produk, perlu juga dijamin continuous supply bahan baku. Daun Sambungnyawa [Gynura procumbens (Lour.) Merr] merupakan tumbuhan yang telah secara luas diteliti efek farmakologisnya dan menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai obat herbal untuk penyakit-penyakit degeneratif khususnya hiperkolesterolemia. Bahan ini relatif tidak toksis pada dosis terapi baik sebagai ekstrak air maupun ekstrak etanol. Oleh karena itu daun Sambungnyawa dipilih dalam usulan penelitian ini untuk dikembangkan menjadi produk obat herbal terstandar.
Bahan baku simplisia diperoleh dari Kebun Gama herbal di DIY dan kebun milik PT. Phapros di Ungaran serta petani herbal di Tawangmangu. Proses ekstraksi dan penetapan standarisasi ekstrak dilakukan di Fakultas Farmasi UGM yang meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Ekstrak dibuat menggunakan dua macam pelarut yang berbeda, yaitu air dan campuran etanol-air (70%)v/v. Ekstrak yang diperoleh direncanakan akan diformulasikan dalam bentuk sirup minuman herbal untuk ekstrak air, sedangkan ekstrak etanol akan dikembangkan dalam formulasi nanoemulsi dan kemudian disupply untuk diproduksi dalam skala produksi ke PT.Phapros Tbk. Formulasi sediaan diacu dari hasil penelitian yang telah dilakukan antara Fakultas Farmasi UGM dan PT. Phapros. Metode analisis kimia dikembangkan di Fakultas Farmasi UGM dengan mendasarkan pada berbagai jurnal terkait dan Farmakope Herbal Indonesia dengan modifikasi yang disesuaikan dengan spesifikasi ekstrak sesuai efek farmakologis yang telah diteliti dan campuran bahan aktif dalam sediaan.
|