| Abstrak/Abstract |
Kabupaten Sleman memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Berdasarkan data statistik pariwisata Kabupaten Sleman, tercatat 8 juta wisatawan mengunjungi Kabupaten Sleman pada tahun 2023. Meski belum menyamai pencapaian tahun 2018 yang mencapai 10,3 juta, jumlah wisatawan pasca pandemi Covid-19 terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Diprediksi tren ini akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan pembangunan yang dilaksanakan di Provinsi DIY. Pemerintah Indonesia sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Provinsi DIY turut merasakan kebijakan tersebut, melalui pembangunan jalan tol Jogja – Bawen dan Solo – Jogja – YIA. Kedua ruas jalan tol tersebut melalui Kabupaten Sleman. Bahkan Kabupaten Sleman merupakan simpul yang menjadi percabangan dari arah YIA, Bawen, dan Solo. Hal ini menjadikan Kabupaten Sleman berpotensi menjadi destinasi persinggahan bagi orang-orang yang melakukan perjalanan. Keberadaan jalan tol juga menjadikan akses menuju Kabupaten Sleman menjadi lebih cepat dan mudah. Kabupaten Sleman perlu mempersiapkan diri untuk memaksimalkan peluang tersebut, salah satunya dengan mengembangkan paket wisata satu hari atau pulang-pergi. Terdapat tantangan dalam mewujudkan rencana liburan yang efektif. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DIY, pada tahun 2021, ruas jalan di Kabupaten Sleman memiliki nilai VCR (volume/capacity ratio) sebesar 0,60. Hal ini menandakan bahwa sebagian ruas jalan di Kabupaten Sleman hanya dapat dilalui dengan kecepatan rendah. Wisatawan perlu merencanakan rute perjalanan sedemikian rupa sehingga daftar destinasi yang dituju dapat dikunjungi secara optimal. Pembahasan mengenai penentuan rute tidak akan terlepas dari sistem navigasi. Dewasa ini, sistem navigasi dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui mobile internet. Akurasi sistem navigasi juga semakin handal dengan adanya teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) atau yang lebih umum dikenal dengan istilah Global Positioning System (GPS). Teknologi GPS dikombinasikan dengan Geographic Information System (GIS) untuk melakukan route analysis. Kombinasi teknologi-teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat rencana wisata satu hari yang efektif dan efisien. Berangkat dari peluang dan permasalahan yang telah dipaparkan di atas, penelitian ini disusun dengan tujuan akhir membuat prototipe aplikasi mobile untuk melakukan perencanaan wisata satu hari di Kabupaten Sleman. Aplikasi ini nantinya akan memiliki dua user interface yang dibagi menjadi public interface dan admin interface. Pada bagian user interface aplikasi ini akan berperan sebagai planner yang memberikan rekomendasi-rekomendasi tempat wisata, restoran, tempat ibadah, SPBU, dan sarana transportasi yang bisa digunakan oleh wisatawan. Sedangkan, pada admin interface difokuskan pada pengelolaan dan ekstrasi informasi tentang destinasi wisata yang paling banyak diminati oleh wisatawan, sehingga mampu membantu pemerintah terkait untuk melakukan perencanaan dan penyusunan stategi untuk meningkatkan daerah wisata di Sleman. Aplikasi ini diharapkan mampu mendukung Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka memaksimalkan potensi pariwisata dan meningkatkan pendapatan UMKM di Kabupaten Sleman.
|