| Abstrak/Abstract |
Budidaya cabai mengalami beberapa kendala, salah satu kendala adalah penyakit keriting kuning yang ditularkan oleh Bemisia tabaci Genn. Pengendalian yang umum dilakukan dengan menggunakan insektisida. Alternatif pengendalian ramah lingkungan yang dapat diterapkan adalah menggunakan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Plant Growth Promoting Fungi ( PGPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi jamur mikoriza dan Streptomyces sp., untuk menekan infeksi Begomovirus dan meningkatkan kualitas cabai merah. Penelitian dilaksanakan di Pakem, Sleman dengan menggunakan cabai varietas Twist-42, isolat Streptomyces sp. koleksi Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM, dan jamur mikoriza Laboratorium Mikrobiologi Tanah dan Lingkungan Fakultas Pertanian UGM dengan perlakuan tunggal Streptomyces sp., tunggal jamur mikoriza, kombinasi Streptomyces sp., jamur mikoriza, serta kontrol dengan menggunakan Ranangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan. Aplikasi kombinasi jamur mikoriza dan Streptomyces sp. mampu menurunkan intensitas dan insidensi penyakit sebesar 27 % dan 13 %. Aplikasi tunggal Streptomyces sp. menunjukkan hasil paling baik dalam meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang produktif dan panjang akar sebesar 51%, 20%, 30% dan 4%. Aplikasi tunggal jamur mikoriza memberikan hasil paling baik dalam meningkatkan volume akar sebesar 157% dan hasil panen sebesar 83% untuk jumlah buah layak jual, 117% untuk berat buah layak jual, dan 100% untuk berat buah total. |