Abstrak/Abstract |
Infeksi Non-Tuberculous Mycobacteria (NTM) masih belum banyak mendapat perhatian serius di beberapa negara, terlebih di Indonesia. Padahal, prevalensi kejadian infeksi ini terus meningkat dan banyak ditemukan pada pasien penyakit kronis berbahaya seperti cystis fibrosis dan chronic obstructive pulmonary disease. Terlebih lagi, kekeliruan diagnosis NTM sebagai tuberculosis sangat sering terjadi di negara berkembang, karena adanya kemiripan penampakan mikroskopis dari sputum (dahak). Hal tersebut menjadi pemicu banyak terjadinya resistensi antibiotik. Resistensi NTM juga disebabkan oleh kemampuan bakteri ini membentuk biofilm. Dengan demikian, pengembangan inhibitor yang spesifik terhadap NTM diperlukan untuk mengatasi kasus resistensi secara efektif. Di sisi lain, potensi biodiversitas laut Indonesia sebagai sumber kandidat senyawa antibiotik baru sangat menjanjikan. Peptida antimikroba (antimicrobial peptides, AMPs) yang ditemukan pada berbagai organisme termasuk biota laut sebagai mekanisme pertahanan, diketahui dapat menjadi alternatif antibiotik konvensional atau terapi karena memiliki beberapa karakteristik unggul di antaranya, selektivitas terhadap membran sel bakteri, rapid action, dan minimnya resiko terjadi resistensi. Dengan adanya kemajuan teknologi sekuensing dan perkembangan platform bioinformatika yang pesat, pendekatan (meta)genomik yang didukung dengan metabolomik dapat mengakselerasi pengembangan antibiotik berbasis AMPs yang memiliki potensi sebagai anti-NTM. Riset terkait “NTM dan biofilm” telah mendapatkan pendanaan Hibah Penelitian Kolaborasi Nasional Universitas Gadjah Mada dan menjadi bagian pendukung riset biofilm dalam Pusat Kolaborasi Biofilm yang bekerja sama dengan Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan riset ini juga akan menjadi kegiatan inisiasi kolaborasi riset terkait “metagenomik mikroba laut yang bersimbiosis dengan spons” dengan Faculty of Pharmaceutical Sciences, Hokkaido University, Japan. Dengan memanfaatkan koleksi spons dan mikroba simbionnya yang telah diperoleh dari kegiatan riset Ekspedisi dan Eksplorasi, pada proposal kegiatan riset ini, akan dilakukan konstruksi dan ekspresi untuk mensintesis AMPs dari data (meta)genomik simbion spons yang memiliki potensi aktivitas anti-NTM. Pada tahun pertama, kegiatan difokuskan pada karakterisasi klaster-klaster gen penyandi biosintesis (BGCs) AMPs dari data sekuens genom mikroba simbionnya. Pada tahap ini, juga akan dilakukan identifikasi AMPs dari ekstrak aktif anti-NTM. Pada tahun ke-2, akan dilakukan konstruksi plasmid ekspresi heterologous yang mengandung BGCs dari AMPs, sedangkan tahun ke-3 diharapkan sistemekspresi yang diperoleh dapat mensintesis atau memproduksi AMPs.
Kata kunci: Peptida Antimikroba, Non-Tuberculous Mycobacteria, Biofilm, Resistensi
Antibiotik, (Meta)genomik, Metabolomik, Biosintesis Peptida |