| Penulis/Author |
Dr. Heru Subekti, S.Kep., NS., MPH. (1) ; Dwi Harjanto, S.Kp., M.Sc (2); Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes.,Ph.D (3); Uki Noviana, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D. (4); Dr. Akhmadi, S.Kp., M.Kes., M.Kep., Sp.Kep.Kom. (5) |
| Abstrak/Abstract |
Tujuan ketiga SDGs adalah untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia termasuk anak-anak. Masalah gangguan tumbuh kembang pada anak merupakan salah satu masalah yang masih banyak dijumpai dan perlu diperhatikan karena dapat berdampak jangka panjang di berbagai aspek kehidupan. Tumbuh kembang anak yang terganggu dapat memengaruhi status kesehatan dan produktivitas anak di masa depan.
Upaya pemerintah dalam menangani masalah gangguan tumbuh kembang pada anak melalui program puskesmas dan posyandu, akhir-akhir ini tidak berjalan secara optimal akibat kondisi pandemi Covid-19. Dari hasil pendampingan keluarga oleh mahasiswa profesi pada anak dengan gangguan tumbang, di temukan beberapa orang tua takut membawa anaknya ke pelayanan kesehatan untuk stimulasi tumbuh kembang. Sementara itu, Posyandu belum berjalan secara optimal.
Peran keluarga dalam simulasi tumbuh kembang anak di rumah sangatlah penting. Diperlukan keterlibatan seluruh keluarga dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang. Namun, sayangnya banyak keluarga yang masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang. Selain itu, keterlibatan seluruh anggota keluarga masih perlu ditingkatkan.
Oleh karena itu program pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan pada keluarga pada anak dengan gangguan tumbuh kembang. Program pendampingan keluarga ini memberikan stimulasi pada anak dengan gangguan tumbuh kembang yang dilakukan oleh petugas kesehatan profesional bekerjasama dengan puskesmas dan kader posyandu setempat. Pendampingan dilakukan secara berkala kepada seluruh anggota keluarga dan menyesuaikan dengan kondisi anak dan keluarga. Kader posyandu dilibatkan untuk melakukan identifikasi permasalahan tumbang serta melakukan monitoring pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta memberikan dukungan pada keluarga dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang pada anak. |