| Abstrak/Abstract |
Dalam pembangunan kota yang berkelanjutan, sektor informal masih jarang mendapat perhatian dari pembuat kebijakan. Padahal ekonomi informal seperti warung kelontong dan penjaja keliling menyumbang lebih dari 50% PDB kota dan telah menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat di akar rumput. Indonesia memiliki lebih dari 3,5 juta warung yang tersebar di pelosok negeri. Meski demikian, rantai pasok peritel mikro ini seringkali dikelola dengan tidak efisien sehingga menghambat keberlangsungan usaha dan tidak sedikit yang akhirnya gulung tikar. Hal ini sangat disayangkan, mengingat keberadaan warung telah membantu penghidupan keluarga, meningkatkan aksesibilitas kebutuhan sehari-hari warga kota, hingga membantu perekonomian lokal dengan menyedikan kredit informal kepada kelas ekonomi bawah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan model operasi rantai pasok peritel mikro tradisional di Yogyakarta melalui analisis value stream mapping. Hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk menyusun alternatif rantai pasok ritel mikro tradisional yang lebih efisien. |