Abstrak/Abstract |
[Urgensi: Infeksi Paramphistomum spp merupakan penyakit terabaikan yang
berdampak signifikan pada penurunan produktivitas ruminansia. Ketergantungan
flukisidal sintetik meningkatkan resiko resistensi. Di sisi lain, limbah hayati seperti
kulit nanas mengandung senyawa bioaktif potensial, namun belum dimanfaatkan
secara optimal sebagai kandidat flukisidal alami. Khasiat serbuk jus kulit nanas
(SJKN) sebagai bentuk olahan limbah belum dievaluasi, demikian juga identifikasi
senyawa aktif, target protein dan interaksi molekuler. Integrasi pendekatan
eksperimental dan prediktif komputasional berpeluang besar dalam
menjembatani bioaktivitas empiris dan mekanisme molekuler yang mendasari
sehingga mempercepat penemuan dan pengembangan obat hewan alami yang
efisien dan terarah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan SJKN sebagai kandidat
flukisidal bahan alam untuk infeksi Paramphistomum spp melalui pendekatan
integratif antara studi eksperimental, farmakologi jejaring dan pemodelan
molekul
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan reverse dan integratif. Efektivitas
SJKN ditentukan dengan FECRT pada sapi Bali. Efikasi flukisidal dinilai
berdasarkan uji motilitas (AMA) serta perubahan struktur dengan analisa
histopatologi dan SEM. Pemrofilan metabolit SJKN dilakukan via LCHRMS,Senyawa aktif yang teridentifikasi dianalisis melalui pendekatan
farmakologi jejaring untuk menentukan target kunci berdasarkan analisis
topologi dan pengayaan biologis Interaksi molekuler senyawa-target divalidasi
melalui penambatan dan simulasi dinamik molekul dengan YASARA-Structure
Luaran: Luaran penelitian berupa data efikasi dan efektivitas SJKN sebagai
antiparamphistomiasis, profil komponen bioaktif terpilih, target kunci serta
interaksi molekuler senyawa-target dengan 2 publikasi artikel di jurnal
bereputasi internasional] |