Abstrak/Abstract |
Faloak (Sterculia quadrifida R.Br) merupakan tumbuhan dari famili Sterculiaceae, kulit batangnya secara turun temurun digunakan untuk berbagai pengobatan oleh masyarakat di pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Penggunaan kulit batang faloak yang secara luas untuk pengobatan hepar dimungkinkan karena efek antioksidan yang terkandung dari senyawa dalam ekstrak faloak. Pada penelitian tahun pertama telah diperoleh bukti ilmiah bahwa ekstrak etanol faloak aktif terhadap sel Hep-G2 dan relatif tidak toksik terhadap sel Vero serta diperoleh senyawa marker (scopoletin) dari kulit faloak yang diisolasi menggunakan bioassay guided isolation (KLT bioautografi DPPH). Selanjutnya pada tahun kedua akan dilakukan penelitian mengenai standardisasi ekstrak menggunakan marker yang telah ditemukan dan dilanjutkan dengan uji aktivitas antioksidan dan hepatoprotektor ekstrak faloak terstandar secara in vivo. Pada tahun ketiga dilanjutkan untuk melakukan uji toksisitas akut dan toksisitas subkronis ekstrak terstandar. Uji aktivitas antioksidan in vivo dilakukan dengan menggunakan metode Malondialdehyde (MDA) pada lipid peroksida. Uji aktivitas hepatoprotektor dilakukan pada tikus yang telah diinduksi dengan parasetamol kemudian diukur kadar SGOT, SGPT, ALP serum dan melihat gambaran histopatologi hati. Uji toksisitas akut dan subkronis dilakukan dengan metode TD420 oleh OECD (2001) menggunakan hewan uji tikus yang diberi ekstrak etanol faloak dengan dosis tinggi dan diamati tanda-tanda toksisitas dan mortalitas setiap hari. Pada hari terakhir (hari ke-15 setelah pemberian ekstrak etanol faloak) darah tikus diambil untuk analisis biokimia dan tikus dikorbankan untuk pemeriksaan histologis pada organ tikus.
Hasil penelitian ini diharapkan mendapatkan suatu ekstrak terstandar dari kulit batang faloak yang aman dan berkhasiat sebagai hepatoprotektor serta dapat dipublikasi pada jurnal internasional bereputasi. TKT penelitian yang diusulkan adalah 2 dan di tahun terakhir penelitian adalah 3. |