| Abstrak/Abstract |
Wisata astronomis merupakan wujud pariwisata ramah lingkungan dimana langit gelap yang bebas dari polusi cahaya menjadi sumberdaya utama. Wisata astronomis tidak dapat dilakukan di semua lokasi hanya pada lokasi tertentu pengamatan dapat dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi potensial untuk pengembangan wisata astronomis di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Parameter yang digunakan yaitu polusi cahaya, tutupan awan, penutup lahan, dan aksesibilitas. Informasi polusi cahaya dan tutupan awan diperoleh dari Citra VIIRS (Visible Infrared Imaging Radiometer Suite) DNB Free Cloud Composites. Informasi penutup lahan dan aksesilibilitas diperoleh melalui peta Rupabumi Indonesia. Analisis spasial menggunakan sistem informasi geografis berupa overlay/tumpang-susun digunakan untuk memperoleh lokasi potensial dengan parameter penelitian sesuai kriteria yang telah ditentutkan. Kriteria setiap parameter dalam menentukan lokasi potensial untuk wisata astronomis yaitu tingkat polusi cahaya rendah, tutupan awan minim, dan penutup lahan berupa vegetasi atau lahan kosong. Hasil overlay berupa peta sebaran lokasi potensial dan tidak mempertimbangkan aspek aksesibilitas. Parameter aksesibilitas diperoleh dengan analisis buffer/keterjangkauan sejauh < 3 km dari jalan arteri atau kolektor. Hasil buffer jalan di-overlay dengan peta potensial sehingga menghasilkan peta sebaran lokasi potensial dan direkomendasikan untuk pengembangan wisata astronomis. Uji lapangan dilakukan terhadap beberapa titik sampel untuk mengetahui kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi potensial untuk pengembangan wisata astronomis sebagian besar di daerah Kabupaten Rembang, Blora, Grobogan, Wonogiri, dan Gunungkidul. Sedangkan lokasi yang potensial dan direkomendasikan dengan mempertimbangkan aspek aksesibilitas sebagian besar berada di daerah Kabupaten Gunungkidul, Wonogiri, dan Blora. |