| Penulis/Author |
Prof. Dr. Dra. Sunarti, M.Kes. (1) ; Dr. Dra. Pramudji Hastuti, Apt., M.S. (2); Dra. Prasetyastuti Apt., M.Kes. (3); Dra. Tasmini, M.Kes (4); dr. Arta Farmawati, Ph.D. (5); dr. Ahmad Hamim Sadewa Ph.D (6); Dr. Drs. Ngadikun, M.Biomed. (7) |
| Abstrak/Abstract |
Pengabdian masyarakat dengan cara pemberian kuliah dan praktikum, secara umum selalu diminati oleh para peserta. Walaupun pemerintah telah melakukan berbagai pelatihan bagi para guru, pada kenyataannya para guru selalu antusias untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan bekal ilmu kepada putra didiknya. Selain itu, para guru dalam tugasnya memang dituntut untuk memenuhi target SKS dan “kum”. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat dengan pemberian kuliah maupun praktikum ini masih sangat dibutuhkan oleh para guru.
Pengabdian masyarakat terintegrasi ini diikuti oleh 41 orang guru di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan perincian 10 guru berasal dari Kabupaten Gunung Kidul, 9 guru berasal dari Kabupaten Bantul, 10 guru berasal dari Kabupaten Kulon Progo, 7 guru berasal dari Kabupaten Sleman dan 5 guru berasal dari Kota Madya Yogyakarta. Masing-masing Kabupaten/Kota se DIY yang sedianya diharapkan mengirim 10 guru, pada saat pelaksanaan, karena sesuatu hal, mungkin bertepatan dengan waktu penerimaan siswa baru, maka ada beberapa Kabupaten/Kota yang tidak dapat memenuhi target. Selain mengikuti kegiatan kuliah dan praktikum, pada akhir sesi peserta diminta untuk mengisi kuesioner yang telah disiapkan oleh panitia pelaksana.
Pengabdian masyarakat terintegrasi ini berlangsung selama 2 hari pada hari Selasa dan Rabu tanggal 11 dan 12 Juli 2017 mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB, dengan pemberian materi kuliah dan praktikum. Acara ini berlangsung di ruang kuliah lantai 2, laboratorium Patologi klinis dan laboratorium Biokimia. Panitia penyelenggara melibatkan gabungan antra dosen dan non-dosen yang berasal dari 10 Departemen di lingkungan Fakultas Kedokteran UGM.
Disimpulkan bahwa dari sejumlah guru peserta pengabdian masyarakat terintegrasi ini sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut dan berharap dapat mengikuti kegiatan serupa pada masa mendatang. Mereka menginginkan kegiatan pengabdian semacam ini berkesinambungan setiap semester atau setiap tahun dan dapat selalu diikuti.
|