| Abstrak/Abstract |
Pandemi COVID-19 yang mulai menyebar pada bulan Maret 2020, telah berdampak pada sektor ekonomi dan bisnis di Indonesia. Hasil survei PRAKARSA pada tahun 2020 menunjukkan pelaku UMKM perempuan mengalami di antaranya penurunan penghasilan dan penurunan jumlah konsumen (karena pembatasan sosial berskala besar/PSBB). Selain berdampak pada sektor ekonomi yang menurunkan penghasilan, pandemi COVID-19 juga berdampak pada ketahanan pangan rumah tangga. Proporsi rumah tangga yang mengalami ketidakamanan pangan sedang-berat meningkat sebanyak 11,7% pada tahun 2020. Keamanan pangan juga masih menjadi salah satu permasalahan saat ini. Data BPOM tahun 2018 menemukan sebanyak 14?ri seluruh sampel dan setengah dari sampel makanan tidak terdaftar, tidak memenuhi syarat dan ketentuan.
Di Kapanewon Moyudan, telah terbentuk forum KWT dan UKM, namun pemasaran produk KWT belum optimal, dan belum semua UKM mendapatkan pelatihan. Berdasarkan uraian tersebut, perlu adanya pendampingan implementasi sociopreneurship Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam menyalurkan hasil panen sayur dan buah sebagai upaya peningkatan konsumsi gizi seimbang berbasis pangan lokal, serta pendampingan UKM memajukan usahanya di masa pandemi dengan pembekalan keamanan pangan, manajemen usaha, dan pemasaran berbasis teknologi. |