Karya
Judul/Title Narasumber dalam kegiatan GEMA SEHATI dengan tema “Edukasi Penguatan Peran Keluarga dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak dan Pelatihan Pengolahan Makanan Anak Berbasis Pangan Lokal” yang diselenggarakan oleh Foodbank of Indonesia
Penulis/Author Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc. (1)
Tanggal/Date 22 2022
Kata Kunci/Keyword
Abstrak/Abstract Masa awal kehidupan anak merupakan masa-masa emas di mana terjadi pertumbuhan dan perkembangan anak yang sangat cepat. Berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2021, Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Masalah gizi bisa disebabkan karena beberapa faktor baik secara langsung maupun tidak. Selain adanya infeksi dan kurangnya asupan makanan (faktor penyebab langsung), kurangnya akses untuk mendapatkan pangan sehat, pola asuh yang tidak tepat, sanitasi yang buruk, dan kurangnya pelayanan kesehatan menjadi faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Gagal tumbuh yang terjadi akibat kurang gizi pada masa emas anak ini akan berakibat buruk pada kehidupan berikutnya yang sulit diperbaiki. Menurut hasil observasi lapangan awal dari kegiatan program Kampung Anak Sejahtera di wilayah Desa Pacarejo menunjukkan masih banyaknya orang tua yang kurang peduli terhadap asupan makanan anak-anak mereka. Orang tua lebih senang memberikan makanan instan seperti bubur instan dan makanan olahan instan lainnya yang dijual bebas di pasaran dengan harga terjangkau dibandingkan dengan memanfaatkan sumber pangan yang berada di sekitar mereka serta mengolahnya untuk konsumsi, padahal pangan lokal di sekitar mereka seperti singkong dan ubi yang banyak ditemukan bisa diolah dengan mudah menjadi makanan yang lezat dan bernilai gizi tinggi. Hal ini terutama terlihat pada ibu muda. Foodbank of Indonesia (FOI) bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian UGM membentuk suatu program model (pilot project) Kebun Pangan dan Dapur Komunitas sebuah program pendampingan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Program ini terdiri dari kegiatan pemberian makanan tambahan secara rutin sebanyak tiga kali dalam satu minggu, edukasi terkait pangan dan gizi, pola asuh kepada orangtua, relawan, remaja, dan masyarakat serta pembentukan kebun yang berkelanjutan. Salah satu pendampingan yang dilakukan adalah edukasi pemanfaatan pangan lokal dalam bentuk Pelatihan Pengolahan Makanan untuk Anak Berbasis Pangan Lokal. Pelatihan ini penting dilakukan agar masyarakat khususnya ibu dapat terampil dalam mengembangkan pangan lokal di sekitar mereka menjadi makanan yang mudah dibuat, lezat, dan mengandung nilai gizi tinggi khususnya untuk balita yang memiliki kasus stunting. Hal ini harapannya dapat mengarah pada perbaikan konsumsi makan masyarakat yang awalnya menyukai makanan instan menjadi kembali memanfaatkan pangan lokal di sekitar mereka untuk konsumsi sehari-hari khususnya bagi anak- anak.
Level Nasional
Status
Dokumen Karya
No Judul Tipe Dokumen Aksi
1Surat tugas narsum Pangan Lokal 22 Nov 2022.pdfSurat Tugas / SK