| Abstrak/Abstract |
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, dan menguraikan bentuk narasi provokatif yang terdapat pada program podcast dua channel yang diasumsikan berada pada posisi berseberangan. Narasi provokasi dianggap menjadi pemantik kuatnya sentimen negatif politik identitas pada jelang kontestasi pemilihan presiden di Indonesia. Pada kontestasi bakal calon presiden RI tahun 2024 nanti, proses pengondisian dan keberpihakan ditengarai tetap akan menjadi salah satu kunci kemenangan sosok calon. Program podcast menjadi sebuah fenomena baru melalui kekuatan naratifnya diasumsikan mampu membentuk opini keberpihakan (sekaligus juga penolakan) dari masing-masing pendukung nama tertentu sebagai calon Presiden. Dalam penelitian ini podcast CokroTV channel diasumsikan sebagai sebuah podcast yang mendukung kebijakan dan orientasi politis Joko Widodo (berpihak kepada sosok Ganjar Pranowo sebagai representasi penerus Jokowi). Sementara di posisi yang lain Rafli Harun Channel (RH Channel) diasumsikan sebagai podcast yang memilih sebagai oposan dari pemerintahan Joko Widodo. Mengingat peta calon presiden RI 2024- 2029 masih dalam proses penggodokan maka anasir masa pemilihan sebelumnya (2019) masih relevan untuk melihat arus dukungan dan keberpihakan. Objek penelitian adalah tayangan program podcast dari dua channel tersebut sepanjang tahun 2022. Unsur yang akan diteliti meliputi plot keberpihakan dan ruang provokasi yang muncul dalam narasi, kapasitas dan dinamika sosok tamu (guest) yang diundang dalam dua podcast terteliti, serta unsur teks lain yang bersifat manifest (opening, prolog, klimaks, dan penutup) sebagai pendukung data penelitian.
Kata kunci: podcast; naratif; provokatif; keberpihakan |