Komparasi Efektivitas dan Model Governance Inkubator Bisnis Digital antara Pengelola Pemerintah, BUMN, Swasta, Komunitas, dan Universitas
Penulis/Author
Dr. Suci Lestari Yuana, S.I.P., M.I.A. (1); Nur Azizah, S.IP., M.Sc. (2); Indri Dwi Apriliyanti, S.IP., M.B.A., Ph.D. (3)
Tanggal/Date
2016
Kata Kunci/Keyword
Abstrak/Abstract
Bertambahnya aktor-aktor yang menyediakan layanan inkubasi bisnis digital dan coworking space di kota-kota di Indonesia menimbulkan pertanyaan mengenai korelasi fenomena inkubasi bisnis digital dengan peningkatan daya saing technopreneur Indonesia dan tarik-menarik kepentingan nasional dan global antar aktor. Tulisan ini fokus menganalisa beberapa aspek internal dari strategi aktor penyedia layanan inkubasi dalam merangsang inovasi, lalu posisi aktor dalam rantai nilai global dan juga relasi kekuasaan antar aktor. Konteks governance dalam Global Value Chain, pola relasi antara inkubator dengan startup menunjukkan kecenderungan pada model governance yang relational. Pola hubungan berlangsung secara kompleks sehingga terjalin ketergantungan
antara kedua belah pihak. Hal ini kemudian membuat startup membutuhkan Godfather, yang merupakan aktor dengan kapasitas tertentu yang dapat digunakan untuk memastikan inovasi dapat berjalan.