| Abstrak/Abstract |
Penelitian ini bertujuan (1) membandingkan total biaya, (2) mengetahui kelayakan ?nansial dan tingkat sensitivitas usahatani brokoli organik dan non-organik. Metode dasar penelitian adalah analisis deskriptif. Data diperoleh melalui metode purposive sampling pada 18 petani organik di Kelompok Tani Mutiara Organik, Desa Sumberejo; dan pada 30 petani non-organik di Desa Genikan. Hasil analisis menunjukkan total biaya per Ha usahatani organik (Rp28.566.959) lebih tinggi dari non-organik (Rp20.962.882). Usahatani organik dan non-organik layak secara finansial berdasarkan nilai pendapatan, keuntungan, BEP penerimaan, BEP produksi, BEP harga, R/C, dan produktivitas modal ((?/C), tetapi tidak layak berdasarkan produktivitas tenaga kerja. Kelayakan usahatani tidak sensitif terhadap penurunan jumlah produksi pada usahatani organik (98,20%) yang lebih rendah dibanding non-organik (98,57%), dan terhadap penurunan harga penjualan produk pada organik (71,45%) yang lebih rendah dibanding non-organik (67,02%).
|