Kerja sama Pembangunan Internasional dan Dukungan Domestik: Strategi TIKA dan TICA sebagai Emerging Donors
Penulis/Author
Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, S.I.P., M.P.P., M.Sc. (1)
Tanggal/Date
2024
Kata Kunci/Keyword
Abstrak/Abstract
Negara-negara dari Global South dalam dua dekade terakhir menunjukkan keaktifan yang cukup signifikan dalam kerja sama pembangunan internasional terutama melalui pemberian bantuan asing. Sebagai pendonor baru atau yang kerap disebut sebagai emerging donors, negara dari Global South menghadapi tantangan yang berbeda
dengan negara-negara Utara yang merupakan pendonor tradisional. Tantangan yang paling nyata yang dihadapi oleh emerging donors adalah memastikan dukungan domestik dalam menjalankan fungsinya sebagai pendonor. Artikel ini bertujuan mendiskusikan strategi apa yang dikembangkan negara pendonor dari Global South dalam mengelola
peran sebagai negara donor yang pada saat bersamaan juga masih tergolong negara berkembang. Artikel ini juga ingin memahami bagaimana emerging donor merekonsiliasi kebutuhan memperoleh dukungan domestik dengan kepentingan untuk memainkan peran yang krusial dalam politik global dalam mengelola bantuan luar negerinya.
Untuk itu, artikel ini mencermati pengalaman Turkish Cooperation International Agency (TIKA) dan Thailand International Cooperation Agency (TICA) sebagai contoh praktik pembangunan internasional oleh Global South. Dengan memanfaatkan pendekatan yang menekankan pada interplay antara kepentingan material dan kontestasi aktor politik domestik, artikel ini beragumen bahwa untuk mendapatkan dukungan domestik, emerging donors perlu menyesuaikan program bantuan internasionalnya agar selaras dengan kepentingan aktor politik domestik
yang dominan.
Rumpun Ilmu
Hubungan Internasional
Bahasa Asli/Original Language
Bahasa Indonesia
Level
Nasional
Status
Dokumen Karya
No
Judul
Tipe Dokumen
Aksi
1
Poppy S Winanti-Kerja Sama Pembangunan Internasional Emerging Donors.pdf