| Penulis/Author |
Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., LLM. (1); Yudistira Hendra Permana, S.E., M.Sc., Ph.D. (2) ; Gigih Fitrianto, S.E., M.Sc., Ph.D. (3); Agung Satriyo Nugroho, S.Si., M.Sc. (4); Ir. Yano Surya Pradana, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., ACPE., APEC Eng. (5); Anggita Mustika Dewi, S.H.,M.Kn. (6); Alinda Fitrotun Nisya (7); M GALANG RAMADHAN AT (8); M AKMAL FAROUQI (9); BINTANG CAHYA ROKHMANA PUTRI (10); ARDIKA DHAFKA ALHAQIE (11); NIGEL ABDULLAH (12); HELENA AGATHIA P (13) |
| Abstrak/Abstract |
Berikut **abstrak** yang sesuai dengan isi dan karakter laporan kajian Anda (gaya akademik formal, standar laporan riset):
---
**Abstrak**
Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan kompensasi merupakan instrumen strategis dalam menjamin akses energi yang adil, terjangkau, dan merata bagi masyarakat. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan terkait ketidaktepatan alokasi kuota, baik dalam bentuk overquota maupun underquota, yang berpotensi menimbulkan inefisiensi distribusi, ketidaktepatan sasaran, serta risiko terhadap keberlanjutan operasional penyalur. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi mekanisme eksisting perhitungan estimasi permintaan BBM Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP), khususnya Biosolar, Minyak Tanah, dan Pertalite, serta merumuskan formula ilmiah estimasi permintaan yang dapat diterapkan bagi penyalur yang akan mulai maupun yang telah beroperasi.
Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan **mixed methods** dengan desain *explanatory sequential*, melalui analisis data kuantitatif terhadap realisasi penyaluran BBM secara nasional dan data sosioekonomi kewilayahan, yang kemudian diperdalam dengan analisis kualitatif melalui studi regulasi, survei lapangan, dan diskusi dengan pemangku kepentingan. Variabel yang dianalisis mencakup aspek ekonomi, karakteristik geografis, aksesibilitas wilayah, kapasitas teknis penyalur, pola konsumsi masyarakat, serta kesesuaian dengan kerangka regulasi yang berlaku.
Hasil kajian menunjukkan bahwa mekanisme perhitungan kuota yang selama ini digunakan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi permintaan aktual di tingkat wilayah dan penyalur. Oleh karena itu, kajian ini merekomendasikan suatu formula estimasi permintaan berbasis variabel multidimensional yang mempertimbangkan faktor elastisitas permintaan, karakteristik kewilayahan, kapasitas infrastruktur distribusi, serta dinamika sosial ekonomi. Formula ini diharapkan dapat menjadi dasar yang lebih objektif dan transparan dalam penetapan kuota BBM subsidi dan kompensasi, sehingga mampu mendukung tercapainya distribusi energi yang tepat sasaran, tepat volume, serta berkeadilan secara ekonomi dan sosial. |