Karya
Judul/Title Identifikasi Thalassemia Minor Berdasarkan Morfologi Sel Darah Merah
Penulis/Author
Tanggal/Date 2018
Abstrak/Abstract Indonesia termasuk dalam sabuk penyebaran thalassemia. Berdasarkan laporan hasil riset kesehatan dasar 2007 diketahui bahwa untuk kasus thalassemia di Indonesia, terdapat 8 provinsi dengan prevalensi (jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah) tinggi dari prevalensi nasional, antara lain DI Aceh 13,4% , DKI Jakarta 12,3% , Sumatera Selatan 5,4%, Gorontalo 3,1% dan Kepulauan Riau 3% (BPPK, 2008). Tindakan pencegahan peningkatan prevalensi yang dapat dilakukan adalah skrining thalassemia. Skrining thalassemia terdiri dari pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan morfologi apusan darah tepi dan pemeriksaan Hb elektroforesis. ICSH (International Council for Standardization in Haematology) 2015 menyatakan, bahwa bila unit pelayanan kesehatan tidak memiliki alat analisis hematologi otomatis, maka perlu melakukan pengamatan visual mikroskopis terhadap preparat hapusan darah tepi. Pada proses pengamatan secara visual, perlu dilakukan grading (penilaian) terhadap sel darah merah, yang termasuk kedalam kategori tertentu berdasarkan ukuran sel, warna sel, serta berdasarkan morfologi (bentuk) sel darah merah. Grading tersebut masih bersifat sangat subyektif, artinya hasil penentuan grading pada proses tersebut sangat bergantung pada keahlian patologis (Palmer et al. 2015). Penelitian ini menerapkan teknologi Pengolahan Citra Digital (PCD) dan Artificial Intelligence yang fokus pada identifikasi penyakit thalassemia minor berdasarkan morfologi sel darah merah. Identifikasi dilakukan berdasarkan ekstraksi ciri khusus yang diperoleh dari citra apusan darah tepi pasien thalassemia. Ciri tersebut selanjutnya diklasifikasikan untuk mengidentifikasi apakah termasuk dalam penyakit thalassemia atau bukan. Saat ini proses identifikasi untuk membedakan thalassemia minor dan anemia defisiensi besi dirasa sulit oleh para tenaga medis karena dalam beberapa kasus keduanya tampak serupa. Untuk itu dirancanglah sistem yang dapat membantu para tenaga medis untuk mendeteksi penyakit thalassemia minor berdasarkan morfologi sel darah merah. Selain itu sitem ini juga diharapkan dapat membantu Rumah Sakit dan/atau tenaga medis yang berada di perifer. Kemajuan penelitian pada tahun kedua adalah implementasi algoritme dalam program computer dan pengujian kinerja sistem sedang dalam proses pengerjaan. Untuk tahapan selanjutnya yang akan dilaksanaakan adalah publikasi hasil penelitian.
Rumpun Ilmu Ilmu Komputer
Bahasa Asli/Original Language Bahasa Indonesia
Level Nasional
Status
Dokumen Karya
No Judul Tipe Dokumen Aksi