Abstrak/Abstract |
Dalam program pemuliaan tanaman wijen, informasi keragaman genetik dan hubungan antarsifat sangat
penting untuk menentukan keberhasilan seleksi. Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari keragaman
genetik dan hubungan antara komponen hasil dan hasil wijen pada generasi F1 dan F2 persilangan Sbr 2,
Sbr 3, dan Dt 36 telah dilaksanakan dari bulan November 2012 sampai dengan Februari 2013 di Padangan,
Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan
tiga ulangan. Bahan tanam yang digunakan adalah benih tetua, F1, dan F2 hasil persilangan antara Sbr 3 x
Sbr 2, Sbr 3 x Dt 36, Sbr 2 x Dt 36, dan resiproknya. Benih bulk hasil persilangan ditanam secara rapat dalam
baris pada petak-petak yang berukuran 4 x 1 m. Pengamatan dilakukan pada parameter tinggi tanaman,
jumlah cabang, jumlah polong, berat polong, berat biji, jumlah ruas, panjang ruas, umur berbunga, umur
panen, dan berat 1.000 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen hasil yang memiliki keragaman
genetik besar adalah berat biji per tanaman (68,437%), berat polong (40,532%), jumlah cabang (33,251%),
jumlah polong (30,269%), dan tinggi tanaman (21,256%). Nilai heritabilitas yang tinggi terdapat pada tinggi
tanaman (65,52%) dan umur panen (55%). Komponen hasil yang memiliki korelasi nyata terhadap hasil
adalah jumlah cabang, jumlah polong, berat polong, dan umur berbunga, sedangkan yang berpengaruh
langsung terhadap hasil wijen adalah jumlah cabang dan berat polong. |