| Abstrak/Abstract |
Anjing merupakan salah satu hewan kesayangan yang banyak dipelihara manusia. Kedekatannya dengan manusia menjadi suatu potensi terjadinya zoonosis. Salah satu infeksi saluran cerna yang sering dijumpai di anjing adalah nematodiasis. Pirantel merupakan antelmintik yang sudah lama digunakan untuk mengatasi infeksi nematoda gastrointestinal. Namun, akhir-akhir ini diketahui efikasi pirantel pamoat terhadap nematodiasis menurun di beberapa wilayah di Australia, Amerika, dan Brazil, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi pirantel terhadap nematodiasis saluran pencernaan pada anjing dengan infeksi alam. Sampel feses akan diambil dari klinik hewan, rumah sakit hewan, dan/atau shelter hewan. Feses akan diperiksa terlebih dahulu secara kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui adanya telur nematoda. Hewan yang teerkonfirmasi nematodiasis selanjutnya diberi pirantel pamoat sesuai dosis secara per oral. Tujuh hari setelah pengobata, dilakukan pemeriksaan fesese ulang untuk mengetahui perkembangan infeksi. Hasil pemeriksaan selanjutnya dianalisis fecal egg count reduction test.
Kata kunci: Anjing, anthelmintik, nematodiasis, pyrantel pamoat. |