Abstrak/Abstract |
Alzheimer menjadi penyebab kematian kelima bagi lansia dan terdapat peningkatan
prevalensi secara signifikan dalam dekade terakhir. Gangguan kognitif dan penurunan daya
ingat akibat Alzheimer tidak hanya menurunkan kualitas hidup pasien, tetapi juga
berdampak besar pada beban fisik dan psikologis pengasuh. Gaya hidup tidak sehat,
paparan polusi, dan stres kronis berkontribusi pada meningkatnya kejadian Alzheimer pada
usia yang lebih muda.
Di Indonesia, pengobatan tradisional berbasis tanaman terus dikembangkan, seiring dengan
kekayaan hayati dan kearifan lokal dari berbagai suku, termasuk Suku Dayak yang dikenal
dengan praktik pengobatan berbasis tanaman herbal. Studi etnomedisin menunjukkan
bahwa tanaman yang digunakan oleh masyarakat Dayak banyak dimanfaatkan untuk
mengatasi penyakit terkait inflamasi dan stres oksidatif, dua mekanisme kunci dalam
patogenesis Alzheimer. Sayangnya, deforestasi, industrialisasi, eksploitasi berlebihan, serta
menurunnya minat generasi muda terhadap pengobatan tradisional mengancam
kelestarian praktik ini. Oleh karena itu, saintifikasi tanaman obat tradisional menjadi sangat
penting, tidak hanya untuk pelestarian budaya dan biodiversitas, tetapi juga untuk
mengurangi ketergantungan terhadap produk herbal import.
Penelitian ini bertujuan untuk mensaintifikasi tanaman obat yang digunakan oleh Suku
Dayak untuk pengobatan Alzheimer melalui pendekatan multidisiplin yang meliputi studi
etnomedisin, analisis metabolomik untargeted, pendekatan multi-komponen network
pharmacology, dan verifikasi eksperimental.
Penelitian akan berlangsung selama satu tahun dalam empat tahapan (T1-T4). T1 untuk
studi etnomedisin untuk mengidentifikasi lima tanaman potensial. T2 berfokus pada
preparasi sampel dan analisis metabolomik untargeted menggunakan LC-HRMS. T3
dilakukan studi in silico melalui pendekatan network pharmacology untuk memprediksi
mekanisme aksi, metabolit kunci, dan target terapeutik. T4 mencakup verifikasi in vitro
menggunakan enzymatic kit (AChE) untuk melihat efikasi dan ELISA pada sel mikroglia untuk
mengukur ekspresi protein target kunci. Luaran yang ditargetkan adalah publikasi pada
jurnal internasional bereputasi (Q2/Q3), serta pengembangan produk obat bahan alam asli
Indonesia sebagai kontribusi terhadap kemandirian pengobatan dan penyediaan bahan
baku obat di Indonesia.
|