Abstrak/Abstract |
Kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia karena morbiditas dan
mortalitasnya yang masih tinggi. Masalah utama dalam pengobatan kanker adalah terjadinya
resistensi terhadap antikanker dan timbulnya efek samping yang cukup serius akibat kemoterapi.
Kebutuhan akan antikanker yang sensitif dengan mekanisme kerja yang spesifik sangat
diperlukan. Salah satu penghasil molekul baru antikanker yang potensial untuk dikembangkan
adalah metabolit sekunder yang dihasilkan oleh Actinomycetes. Penelitian sebelumnya terkait
Actinomycetes membuktikan bahwa ekstrak metanol kultur Streptomyces sp. GMY01 dari pantai
Krakal, Gunung Kidul mempunyai aktivitas sitotoksik sangat kuat pada sel kaker payudara
MCF-7 dan T47D dengan nilai IC50 sebesar 0,6 dan 1,5 ug/mL. Penelitian ini merupakan
penelitian lanjutan untuk menemukan senyawa antikanker baru yang dihasilkan oleh
Streptomyces sp. GMY01 tersebut. Penelitian direncanakan dibagi menjadi 3 (tiga) tahap, dengan
masing-masing tahap dilakukan selama 1 (satu) tahun. Pada penelitian tahap I, sudah selesai
dilakukan kultur bakteri GMY01 dan isolasi senyawa aktif antikanker dari kultur isolat
Streptomyces sp. GMY01. Isolat senyawa aktif dari bakteri Streptomyces sp. GMY01 diketahui
merupakan senyawa golongan amina peptida yang potensial untuk dikembangkan menjadi
senyawa antikanker yang baru. Dari hasil pendahuluan molecular docking juga diketahui bahwa
senyawa aktif mempunyai kemampuan interaksi ikatan dengan beberapa protein target dan
mempunyai score yang lebih baik dibandingkan dengan senyawa standar. Penelitian tahap II,
akan dikaji mekanisme aksi molekuler senyawa aktif hasil isolasi. Penelitian diawali dengan
molecular docking melalui beberapa tahap aktivitas yaitu preparasi protein dan senyawa aktif
terpilih, validasi metode docking dan docking senyawa aktif pada protein target. Dari hasil
docking ini akan diperoleh informasi protein target yang akan menjadi dasar menentukan target
aksi pada uji mekanisme aksi in vitro pada kultur sel MCF-7. Uji dilanjutkan dengan pengamatan
mekanisme aksi senyawa aktif pada penghambatan sel kanker melalui uji apoptosis, uji
imunohistokimia dan uji siklus sel pada sel MCF-7. Penelitian tahap III, akan dikaji aktivitas
antikanker secara in vivo senyawa aktif hasil isolasi pada model kanker payudara tikus yang
diinduksi oleh DMBA. Aktivitas antikanker dievaluasi melalui pengaruhnya pada pembentukan
nodul tumor dan pemeriksaan histopatologi tumor yang terbentuk. Luaran yang diharapkan dari
hasil penelitian ini adalah selain luaran wajib berupa laporan dan publikasi jurnal internasional
setiap tahun juga luaran tambahan berupa HAKI (paten) atas hasil penelitian yang diperoleh
seperti senyawa aktif antikanker dari Actinomycetes. Penelitian ini secara jangka panjang
diharapkan dapat ditemukan senyawa aktif yang baru sebagai antikanker payudara yang
potensial dan lebih minim efek samping yang bermanfaat bagi pasien kanker payudara. TKT
pada tahun kedua ditargetkan pada level 2 dan pada akhir tahun ketiga diharapkan meningkat
menjadi level 3. |