| Abstrak/Abstract |
Latar belakang: Merokok pada usia muda meningkatkan risiko penyakit kronis dan merusak fungsi
paru-paru, sementara rokok elektronik berbahaya bagi otak yang berkembang. Data Global Youth
Tobacco Survey (GYTS) 2019 menunjukkan prevalensi merokok tinggi di kalangan remaja Indonesia,
dengan 38% laki-laki dan 2,3% perempuan berusia 13-18 tahun mengonsumsi tembakau. Meskipun
ada regulasi iklan rokok, implementasinya masih lemah, dan paparan iklan rokok di sekitar sekolah
serta media sosial memengaruhi perilaku remaja. Penelitian mengenai pengaruh iklan rokok di
lingkungan sekolah penting untuk memahami dampak media terhadap sikap dan kebiasaan merokok
remaja, serta untuk merancang kebijakan yang lebih efektif dalam melindungi anak dari pengaruh
negatif media.
Tujuan: Memahami lebih baik paparan anak sekolah terhadap iklan rokok dan rokok
elektronik di lingkungan mereka, serta menggunakan pengetahuan tersebut untuk bersama-
sama membangun langkah-langkah lokal guna mengurangi dampak pemasaran industi
terhadap anak-anak muda.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali paparan iklan rokok pada
anak sekolah dan implementasi kebijakan terkait, dengan metode wawancara mendalam dan diskusi
kelompok (FGD). Wawancara dilakukan dengan pemangku kebijakan untuk memahami pandangan
mereka tentang iklan rokok di lingkungan sekolah, serta tantangan dalam implementasi kebijakan,
sementara FGD melibatkan siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan, persepsi, dan dampak iklan
rokok terhadap sikap dan perilaku mereka. Penelitian ini bertujuan mengumpulkan data dasar yang
akan digunakan untuk pengembangan kebijakan lebih lanjut, termasuk intervensi perlindungan anak
di sekolah, dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berfokus pada pengendalian paparan iklan
rokok dan pencegahan konsumsi rokok melalui penguatan strategi pendidikan dan intervensi yang
efektif.
Penelitian ini mengangkat beberapa tema prioritas FK-KMK UGM, yaitu kebugaran, penuaan
dan gaya hidup sehat sesuai dengan poin (1) gaya hidup yang mempengaruhi kesehatan dan
(2) lingkungan, gizi, dan kesehatan, dengan fokus pada pengaruh iklan rokok terhadap gaya
hidup anak sekolah. Iklan rokok yang tersebar di berbagai tempat, terutama di sekitar
sekolah, memengaruhi persepsi anak terhadap kesehatan dan keputusan gaya hidup mereka.
Penelitian ini juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti (1)
kehidupan sehat dan sejahtera (mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi perilaku
merokok anak), (2) pendidikan berkualitas (mengembangkan program untuk melindungi anak
dari pengaruh rokok), dan (3) kemitraan untuk mencapai tujuan (melibatkan kolaborasi
berbagai pihak dan mitra luar negeri untuk mendukung kebijakan pengendalian tembakau dan
mengadaptasi temuan dengan konteks lokal).
Mendukung the Sustainable Developmen Goals (SDGs)
Number 3 : Kehidupan sehat dan sejahtera (good health and well-being)
Number 4 : Pendidikan berkualitas (quality education)
Number 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan (partnerships for the goals) |