Karya
Judul/Title Determinan Partisipasi Masyarakat dalam Promosi Kesehatan untuk Pencegahan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskuler di Kota Yogyakarta
Penulis/Author
Tanggal/Date 2010
Abstrak/Abstract Latar belakang: Penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab utama kematian di Indonesia (Depkes, 1999), sementara itu stroke menjadi penyebab kedua kematian di Indonesia (Depkes, 2005) dan penyebab utama kematian di Yogyakarta (SIRS, 2005). Promosi kesehatan pencegahan faktor risiko penyakit kardiovaskuler yang dilakukan di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta mengindikasikan adanya perbedaan respon (partisipasi) pada 2 kelompok masyarakat yang berbeda (Dewi & Supriyati, 2008). Oleh karena itu identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk partisipasi masyarakat tersebut menjadi penting dilakukan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Responden adalah masyarakat Kota Yogyakarta yang telah memperoleh promosi kesehatan untuk pencegahan faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada tahun 2006 pada setting masyarakat dengan kriteria inklusi berusia 20 – 60 tahun, data pre tes dan postes lengkap dan tinggal di Kota Yogyakarta. Responden berjumlah 148 orang yang datanya dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner tentang partisipasi dibuat sendiri oleh peneliti. Sementara itu, data tentang pengetahuan dan perilaku responden yang berkaitan dengan faktor risiko penyakit kardiovaskuler dikumpulkan dengan menggunakan STEP_Wise WHO. Selanjutnya, data dianalisis dengan univariable, bivariable dan multivariabel. Hasil: Tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, usia, dan pola interaksi sosial responden berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam promosi kesehatan pencegahan penyakit kardiovaskuler. Sementara itu, jenis kelamin responden dan status faktor risiko penyakit kardiovaskuler yang dimiliki responden tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam promosi kesehatan pencegahan penyakit kardiovaskuler. Analisis multivariat yang dilakukan menunjukkan bahwa pola interaksi masyarakat merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam promosi kesehatan untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler. Kesimpulan dan rekomendasi: Pola interaksi sosial merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam promosi kesehatan untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler di Kota Yogyakarta. Oleh karenanya, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program dan juga keberlangsungan promosi kesehatan, pola interaksi sosial yang ada di masyarakat mestinya menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Keyword : partisipasi – faktor risiko penyakit kardiovaskuler - masyarakat
Rumpun Ilmu Promosi Kesehatan
Bahasa Asli/Original Language Bahasa Indonesia
Level Nasional
Status
Dokumen Karya
No Judul Tipe Dokumen Aksi