| Abstrak/Abstract |
Jahe Merah merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan. Pandemi COVID-19 menyebabkan permintaan Jahe Merah meningkat karena dianggap oleh masyarakat dapat meningkatkan imun tubuh. Era globalisasi membuat perdagangan produk pertanian maupun non-pertanian antar negara menjadi fenomena yang biasa terjadi. Produk Jahe Merah dalam negeri dituntut untuk memiliki daya saing agar dapat bertahan di pasar dalam dan luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keunggulan komparatif usaha tani Jahe Merah di Kabupaten Gunungkidul, (2) mengetahui keunggulan kompetitif usaha tani Jahe Merah di Kabupaten Gunungkidul, dan (3) mengetahui dampak kebijakan pemerintah terhadap usaha tani Jahe Merah di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilakukan di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden terdiri atas petani membudidayakan sekaligus menjual hasil taninya. Metode analisis dalam penelitian ini adalah Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) usaha tani Jahe Merah di Kabupaten Gunungkidul tidak memiliki keunggulan komparatif, (2) usaha tani Jahe Merah di Kabupaten Gunungkidul memiliki keunggulan kompetitif, dan (3) pemerintah bersifat protektif terhadap output, input, dan input-output usaha tani Jahe Merah di Kabupaten Gunungkidul. |