Karya
Judul/Title Budidaya Padi Intensif Berkelanjutan: Pengujian Ketahanan Kekeringan untuk Mendukung Program Pelepasan Varietas Padi ‘Amphibi’
Penulis/Author
Tanggal/Date 25 2022
Abstrak/Abstract Padi merupakan sumber makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk dan tingkat pendapatan masyarakat telah mendorong meningkatnya permintaan pangan terutama beras. Fenomena perubahan iklim global berdampak pada perubahan iklim yang tidak menentu (el nino dan la nina) serta ledakan organisme penganggu tumbuhan (OPT) yang pada akhirnya berimplikasi pada penurunan produksi padi. Salah satu solusi untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan perakitan kultivar padi ‘amphibi’ yaitu kultivar padi berdaya hasil tinggi (>10 ton/ha) dan adaptif terhadap perubahan iklim. Kultivar padi merupakan salah satu teknologi utama yang mampu meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani. Kultivar padi juga merupakan teknologi yang paling mudah diadopsi petani karena teknologi ini murah dan penggunaannya sangat praktis. Tahapan kegiatan yang sedang dilakukan saat ini adalah uji adaptasi/multilokasi 10 galur harapan pada berbagai keragaman agroekosistem (9 sawah dan 6 tadah hujan) meliputi Lampung (Tanggamus), Jawa Barat (Karawang), Jawa Tengah (Purbalingga, Banyumas, Blora, dan Klaten), D.I. Yogyakarta (Sleman dan Gunungkidul), Jawa Timur (Bojonegoro dan Kediri), Bali (Tabanan), Kalimantan Selatan (Tanah Laut), Sulawesi Tengah (Sigi), Maluku Utara (Halmahera Utara), dan Nusa Tenggara Barat (Lombok Utara). Berdasarkan perkembangan situasi terkait dengan proses pelepasan varietas, salah satu data pendukung adalah ketahanan galur-galur harapan padi terhadap cekaman kekeringan. Pengujian ketahanan kerhadap cekaman kekeringan menjadi sangat vital mengingat terminologi ‘padi amphibi’ dapat dibudidayan di lahan sawah maupun tadah hujan. Hal yang mendasar bahwa lahan tadah hujan berpotensi menyebabkan cekaman kekeringan pada padi karena sumber air sangat bergantung pada air hujan. Penelitian ini akan memperkuat justifikasi bahwa galur-galur padi harapan ‘Gamagora’ dapat tumbuh dengan baik pada kondisi cekaman kekeringan. Penelitian akan dilaksanakan di Dusun Srikoyo, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I. Yogyakarta mulai bulan Mei – November 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAKL) tiga ulangan faktor tunggal. Perlakuan adalah kultivar padi yang terdiri atas 10 galur-galur harapan padi Gamagora dan empat varietas pembanding (varietas unggul nasional). Pemberian cekaman kekeringan dilakukan setalah 35 hari tanam sampai dengan panen sesuai dengan Standard Evaluation System (SES) method for rice yang diterbitkan oleh IRRI. Pada perlakuan normal (tanpa cekaman) dilakukan penyiraman sampai dengan panen. Variebel pengamatan meliputi karakteristik lingkungan, fenologi padi, dan karakter fisiologis serta biokimia padi. Output dari penelitian ini berupa 1). Draft publikasi internasional berupasi (Scopus Q3) dan 2). Laporan substansi penelitian.
Rumpun Ilmu Pemuliaan Tanaman
Bahasa Asli/Original Language Bahasa Indonesia
Level Nasional
Status
Dokumen Karya
No Judul Tipe Dokumen Aksi
1Proposal Hibah Unggulan - Supriyanta.pdfDokumen Pendukung Karya Ilmiah (Hibah, Publikasi, Penelitian, Pengabdian)
2SPK, BAP, SPTJB_Ir_ Supriyanta, MP.pdfKontrak
3Laporan Akhir Hibah Penelitian Unggulan Fakultas - Supriyanta 29 November 2022-Gamagora-Kekeringan.pdfLaporan penelitian