Salah satu karakteristik lapangan geotermal Dieng adalah tingginya kandungan silika pada fluida produksi yang menyebabkan munculnya silica scaling. Adanya silica scaling menghambat proses ekstraksi energi dan menjadi limbah yang mengganggu lingkungan. Silica scaling tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk nanosilica untuk digunakan sebagai reinforcing filler. Powder dengan ukuran nano diharapkan dapat meningkatkan mechanical properties suatu produk dengan hasil yang lebih dense. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanosilika dari silica scaling geotermal dengan metode alkali fusion. Nanosilika diperoleh dengan mereaksikan alkali KOH dengan silica scaling yang telah direduksi ukurannya menggunakan ball milling. Proses fusion dilakukan dengan heat treatment pada variasi suhu 400, 450, dan 500ºC. Hasil fusion dilarutkan dalam aquades untuk dititrasi menggunakan HCl 2M dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer hingga terbentuk gelation yang dikeringkan menjadi nanoparticle silika. Karakterisasi ukuran serbuk nanosilika menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) mendapatkan data ukuran terkecil pada suhu fusion 400ºC dengan ukuran yang cenderung bertambah seiring penambahan suhu fusion, di mana hasil tersebut sejalan dengan analisis gambar nanosilika dari pengujian Transmission Electron Microscopy (TEM) menggunakan software ImageJ. Analisis senyawa menggunakan Fourier Transform Infra-Red (FTIR) menunjukkan adanya ikatan karakteristik silika. Hasil X-Ray Diffraction (XRD) tidak menampakkan puncak tajam sehingga senyawa tersebut memiliki fasa amorf.
Rumpun Ilmu
Teknik Mesin (dan Ilmu Permesinan Lain)
Bahasa Asli/Original Language
Bahasa Indonesia
Level
Nasional
Status
Dokumen Karya
No
Judul
Tipe Dokumen
Aksi
1
FULL DOC - 2024_JME_Analisis Ukuran Partikel Nanosilica pada Proses Alkali Fusion Silica Scaling dg KOH_Fajar_Waziz_Riko_compressed.pdf