| Abstrak/Abstract |
Urgensi: Gigitan ular kobra (Naja sputatrix) merupakan masalah kesehatan serius dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di Indonesia. Bisa N. sputatrix mengandung Three-Finger Toxins (3FTx) sebagai komponen utama yang bersifat neurotoksin. Toksin 3FTx menyebabkan kelumpuhan syaraf dan organ dalam yang berujung pada kematian. Antibisa konvensional masih memiliki keterbatasan, khususnya pada aspek efektivitas, ketersediaan, dan potensi reaksi hipersensitivitas. Oleh karena itu, diperlukan strategi baru yang lebih spesifik dan terjangkau, untuk menetralisir toksin 3FTx dalam bisa ular N. sputatrix. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis multi-omik peptida multi-epitope pada toksin 3FTx sebagai kandidat vaksin bisa ular N. sputatrix. Metode: Penelitian dilakukan selama dua tahun dengan pendekatan multi-omik, bioinformatika, dan imunologi molekuler untuk mengidentifikasi epitope peptida yang potensial. Peptida yang telah disintesis akan dikonjugasikan dengan carrier protein dan adjuvan, lalu diuji pada tikus BALB/c untuk evaluasi imunogenisitas menggunakan ELISA dan analisis aviditas antibodi. Target tahun ke-1 dengan level TKT 2 meliputi: karakterisasi proteomik dan transkriptomik bisa ular, identifikasi epitope antigenik, pemodelan interaksi epitope-MHC, serta sintesis dan karakterisasi peptida. Target tahun ke-2 dengan level TKT 3 meliputi: formulasi vaksin, uji imunogenisitas pada hewan model, serta evaluasi respons imun terhadap vaksin menggunakan ELISA dan uji aviditas antibodi. Penelitian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 (Good Health and Well- being). Luaran yang diharapkan untuk tahun ke-1 berupa publikasi di Journal of Proteomics (Scopus Q2; SJR 0.74); untuk tahun ke-2 berupa publikasi di jurnal Heliyon (Scopus Q1; SJR 0.62). Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan terapi berbasis vaksin untuk envenomasi ular di Indonesia. |