Abstrak/Abstract |
Biofilm saat ini sebagai mediator utama infeksi dengan perkiraan 80% kejadian
infeksi berkaitan dengan pembentukan biofilm. Biofilm sebagai pertahanan bakteri relatif lebih sulit diberantas dengan antibiotik, dengan demikian bakteri patogen dalam bentuk biofilmnya dapat menimbulkan masalah serius bagi kesehatan manusia. Penemuan agen antibiofilm yang aktif terhadap planktonik dan biofilm polimikroba merupakan konsekuensi yang diperlukan untuk mengatasi infeksi terkait dengan biofilm.
Isolat kurkumin, quersetin, zerumbon memiliki aktifitas terhadap mono-spesies biofilm Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas antibiofilm isolat bahan alam kurkumin, quercetin, zerumbon terhadap kultur polimikroba klinik aerob dan anaerob sebagai anti –biofilm mono-spesies dan polimikroba (Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Candida albicans), serta menelusuri lebih jauh mekanisme kerja anti – biofilm polimikroba dengan menggunakan scanning electron microscopy (SEM) dan Confocal laser scanning microscopy (CLSM) Biofilm assay secara in vitro dilakukan pada microtiter plate dan kateter untuk mengetahui nilai % penghambatan MBIC50 (Minimal Biofilm Inhibition Concentration) dan MBEC50 (Minimal Biofilm eliminating Concentration) senyawa uji. Analisa scanning electron microscopy (SEM) dan Confocal laser scanning microscopy (CLSM) dilakukan untuk mengetahui mekanisme aksi senyawa uji dalam menghambat biofilm polimikroba. |