| Penulis/Author |
Supriyadi (1) ; Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng. (2); Prof. Drs. Muhadjir Muhammad Darwin, MPA., Ph.D. (3); Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc. (4); Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng (5) |
| Abstrak/Abstract |
Penelitian ini merupakan studi kasus yang menjelaskan proses adopsi inovasi peternakan
terintegrasi dan pemberdayaan masyarakat, dalam pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal di
Desa Argorejo dan Argosari, Bantul. Kedua desa tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian, karena
berkembangnya kegiatan usaha produktif yang terintegrasi, dan adopsi inovasi terjadi atas intervensi
program pendampingan. Metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan bagaimana kegiatan kelompok
bekerja terintegrasi, serta terjadinya perubahan perilaku dan sikap kelompok masyarakat sejak mengenal
inovasi sampai memutuskan mengadopsi peternakan terintegrasi. Faktor pendukung keberhasilan dan
keberlanjutan proses adopsi inovasi dalam pemberdayaan masyarakat, dipengaruhi oleh: 1) pelatihan
sering diikuti kelompok, sehingga mudah memahami dan menerapkan metode praktis pengembangan
peternakan terintegrasi secara efektif menuju usaha skala ekonomi; 2) pekerjaan utama anggota
kelompok sebagai petani/peternak, memudahkan proses penyerapan informasi dalam adopsi inovasi
berlangsung linier; 3) ditemukan adopter pada kelompok sasaran yang berpengaruh dilingkungan
masyarakatnya, dan mempunyai pengetahuan cukup sebagai inovator dalam penyerapan inovasi baru
dan membentuk pola khusus dalam adopsi inovasi. Klasifikasi adopter dari 8 kelompok terfasilitasi dalam
adopsi inovasi peternakan terintegrasi, dengan persentase: innovator 6,7% hingga 14,3%; early adopter
8,3% hingga 18,2%; sisanya merupakan klasifikasi early mayority 71,4% hingga 77,8%; 4) peran
fasilitator pendampingan yang mendukung proses perubahan mental dan perilaku masyarakat untuk
berinovasi melalui transfer teknologi tepat guna dengan pendekatan “Total Solution” atau komprehensif -
integratif dan terpadu dalam optimalisasi pengelolaan potensi sumberdaya lokal. Kesimpulan penelitian
adalah munculnya inovator dalam kelompok yang berpengaruh pada struktur sosial masyarakat akan
berlangsung proses adopsi inovasi secara efektif, serta peran pendamping sebagai integrator dapat
mendorong kegiatan antar kelompok untuk saling menguatkan kegiatan integrasi secara vertikal maupun
horizontal. |