Penulis/Author |
Vena Jaladara, S.K.M., M.P.H. (1) ; Prof. dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, M.P.H., Ph.D (2); Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes. (3); Anggi Lukman Wicaksana, S.Kep., Ns., MS., PhD. (4) |
Abstrak/Abstract |
Health and Demographic Surveillance System
Sleman merupakan sistem survei longitudinal yang mengumpulkan data demografi, sosial dan kesehatan di Kabupaten Sleman. HDSS Sleman merupakan hasil inisiasi Fakultas Kedokteran UGM bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. Pengambilan data HDSS Sleman dilaksanakan sejak tahun 2015 dengan melibatkan 5.147 rumah tangga (19.724 individu) yang tersebar di 216 kluster (184 kluster di perkotaan dan 32 kluster di pedesaan) di 80 desa yang berada di 17 Kecamatan Kabupaten Sleman. Pengembangan HDSS di Sleman diharapkan dapat mendorong pengembangan kebijakan yang berbasis bukti untuk meminimalisir dampak peningkatan beban penyakit. Diketahui adanya beberapa kendala selama melakukan pengambilan data di lapangan oleh HDSS Sleman, seperti responden merasa jenuh dengan penelitian, merasa kurang menerima manfaat dari program yang dilakukan, serta adanya trauma terhadap penelitian karena pernah menjumpai atau bahkan mengalami terlibat dalam penelitian yang kurang bertanggungjawab dan berujung penipuan. Tentu saja hal tersebut mengancam keberlangsungan HDSS Sleman.
Oleh karena itu, pembentukan wadah yang dapat memfasilitasi komunikasi dan diskusi antara tokoh masyarakat dan HDSS Sleman dalam bentuk program “HDSS Sleman Peduli” penting dilakukan. Kegiatan ini akan melibatkan peran aktif tokoh masyarakat yang terpilih untuk berkontribusi dalam membangun dan meningkatkan kolaborasi yang baik antara masyarakat dengan HDSS Sleman dalam upaya memetakan masalah dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Sleman.
|